Perjalanan Panjang Dedy Aprianto Tampubolon, Wisudawan Terbaik Magister Sains dari Riau   Sinergitas Lintas Sektoral, Camat Bukit Batu Pimpin Gotong Royong Bersihkan Lingkungan di Wilayah Kelurahan Sungai Pakning Bupati Kasmarni Sambut Kajati Riau dengan Prosesi Adat Melayu, Teguhkan Jati Diri Negeri Junjungan Sarman Syahroni Dilantik Bupati Rohil H.Bistamam Sebagai Sekda Turnamen Futsal TUFFU CUP I Resmi Dibuka, 33 Tim dari Tiga Kecamatan Bersaing di Bukit Batu Terkait penundaan Pilpeng Tahun 2026, Calon Penghulu 6 Desa Rapat Dengan Komisi A DPRD Rokan Hilir

Ekonomi dan Bisnis

Survei BPS, Pendapatan Usaha Kecil Turun 84 Persen Saat Corona

badge-check


					Survei BPS, Pendapatan Usaha Kecil Turun 84 Persen Saat Corona Perbesar

JAKARTA, Beritapojok.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pendapatan 84 persen pelaku Usaha Menengah Kecil (UMK) terus merosot di tengah pandemi virus corona. Penurunan pendapatan turut dirasakan sekitar 82 persen Usaha Menengah Besar (UMB).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kondisi tersebut tercermin dari hasil Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha yang diselenggarakan pada 10-26 Juli 2020. Survei diikuti 34.558 pelaku usaha, terdiri dari 6.821 Usaha Menengah Bawah (UMB), 25.256 Usaha Menengah Kecil (UMK) dan 2.482 usaha pertanian.

“Covid memukul UMK dan UMB, mereka menyatakan pendapatannya cenderung menurun sejak adanya pandemi,” ujar Suhariyanto saat konferensi pers virtual, Selasa (15/9/2020).

BPS merinci, penurunan pendapatan utamanya dirasakan oleh sektor akomodasi dan makan minum. Tercatat, 92,47 persen pelaku usaha di sektor ini amblas pendapatannya saat pandemi corona.

Begitu juga dengan 90,9 persen pelaku usaha dibidang jasa lainnya serta 90,34 persen pelaku usaha transportasi dan pergudangan. Kondisi yang sama dirasakan oleh 87,94 persen pelaku usaha di sektor konstruksi, 85,98 persen pelaku usaha industri pengolahan, dan 84,6 persen pelaku usaha perdagangan.

“Kalau hasil ini disandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II yang paling dalam adalah di transportasi dan pergudangan, dimana pertumbuhan ekonominya minus 30,84 persen,” katanya.

Kemudian diikuti sektor akomodasi dan makan minum dengan pertumbuhan minus 22,02 persen. “Artinya mereka yang terdampak pada kuartal II, pada Juli ini masih alami kesulitan,” terangnya.

Kendati begitu, BPS menyatakan ada pula pelaku usaha yang justru berhasil meningkatkan kapasitas produksi meski di tengah pandemi. Sektor usaha yang mencatat peningkatan produksi di tengah pandemi dari masa normal, yaitu makanan dan minuman yang berupa frozen foods, jamu, minuman, penjualan masker, penjualan sepeda, dan jasa layanan internet provider.

“Tapi di tengah pandemi covid juga masih ada pelaku usaha yang menginfokan bahwa produknya melebihi kapasitas normal, masing-masing 0,5 persen. Persentasenya kecil tapi di tengah covid mereka justru bergerak dan mendapatkan keuntungan yang lebih daripada masa normal,” pungkas Suhariyanto.(***)

 

Sumber: CNNIndonesia

Baca Lainnya

Peduli Program pembinaan di Lapas, BRI Cabang Bagansiapiapi Berikan Bantuan 9 Unit mesin Jahit

6 Oktober 2026 - 12:57 WIB

BRI Bagansiapiapi Memperkuat Inklusi keuangan Melalui Agen BRILink, Dorong Aktivitas Ekonomi Di Rohil

11 Agustus 2026 - 12:55 WIB

TAUD SKP Bakal Somasi Pemerintah Terkait Pelibatan Aparat dalam Perpajakan

29 Juli 2026 - 08:10 WIB

TAUD SKP Somasi Pemerintah Terkait Pelibatan Aparat dalam Perpajakan

Pembayaran via QRIS Jadi Sorotan Usai Gubernur BI Mengundurkan Diri

29 Juli 2026 - 07:37 WIB

Pembayaran via QRIS Jadi Sorotan Usai Gubernur BI Mengundurkan Diri

SF Hariyanto Diperiksa KPK Terkait Temuan Uang saat Penggeledahan

29 Juli 2026 - 06:35 WIB

SF Hariyanto Diperiksa KPK Terkait Temuan Uang saat Penggeledahan
Trending di Berita