ROHIL,Beritapojok – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menerima bantuan 9 unit mesin jahit dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi pada akhir September lalu.
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Pemimpin Cabang BRI Bagansiapiapi, Rizky Kurniawan, sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Prosesi penyerahan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, didampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Mismin Handoko, menerima secara simbolis bantuan tersebut.
Dalam sambutannya, Agus Imam Taufik menyampaikan apresiasi atas kepedulian BRI terhadap program pembinaan di Lapas. “Bantuan 9 unit mesin jahit ini sangat berarti bagi kami dalam mengoptimalkan bengkel kerja WBP di Ujung Tanjung,” ujar Agus.
Ia menegaskan bahwa program pelatihan menjahit dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan. Fokus utama diberikan kepada warga binaan yang mendekati masa bebas agar mereka memiliki bekal keterampilan praktis.
Dengan keterampilan menjahit, WBP diharapkan mampu membuka usaha mandiri maupun bekerja di bidang konveksi setelah kembali ke masyarakat. Penambahan sarana ini akan langsung dimaksimalkan oleh Seksi Kegiatan Kerja di bawah pimpinan Mismin Handoko.
Kapasitas produksi konveksi WBP pun diproyeksikan meningkat dengan adanya tambahan mesin jahit tersebut.
Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Bagansiapiapi, Rizky Kurniawan yang dikonfirmasi pada Selasa (6/10) menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan.
“Semoga sarana ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan menjadi modal berharga bagi WBP untuk mengasah potensi diri serta membangun masa depan yang lebih baik,” ungkap Rizky.
Bantuan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga keuangan dan institusi pemasyarakatan dalam mendukung rehabilitasi sosial.Dengan adanya dukungan dari BRI,
Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi semakin optimistis mencetak WBP yang terampil, mandiri, dan berdaya saing tinggi melalui program kemandirian berkelanjutan.











