Polsek Mandau Dukung Asta Cita Presiden, 29 Hektar Disiapkan untuk Penanaman Jagung Dukung Swasembada Pangan 2026, BUMDes Restu Bersama Lakukan Panen Perdana Jagung di Desa Sukamaju Bupati Bengkalis Luncurkan Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II, Meneladani Sosok dan Perjuangan Mendorong Kemajuan Bengkalis Melalui Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif Teror Pembakaran Rumah Kosong Kembali Terjadi, Pelaku Belum di Ketahui Dinas Koperasi dan UKM Bengkalis Lakukan Cek Kesehatan Gratis Bagi Seluruh Pegawai

Ekonomi dan Bisnis

Survei BPS, Pendapatan Usaha Kecil Turun 84 Persen Saat Corona

badge-check


					Survei BPS, Pendapatan Usaha Kecil Turun 84 Persen Saat Corona Perbesar

JAKARTA, Beritapojok.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pendapatan 84 persen pelaku Usaha Menengah Kecil (UMK) terus merosot di tengah pandemi virus corona. Penurunan pendapatan turut dirasakan sekitar 82 persen Usaha Menengah Besar (UMB).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kondisi tersebut tercermin dari hasil Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha yang diselenggarakan pada 10-26 Juli 2020. Survei diikuti 34.558 pelaku usaha, terdiri dari 6.821 Usaha Menengah Bawah (UMB), 25.256 Usaha Menengah Kecil (UMK) dan 2.482 usaha pertanian.

“Covid memukul UMK dan UMB, mereka menyatakan pendapatannya cenderung menurun sejak adanya pandemi,” ujar Suhariyanto saat konferensi pers virtual, Selasa (15/9/2020).

BPS merinci, penurunan pendapatan utamanya dirasakan oleh sektor akomodasi dan makan minum. Tercatat, 92,47 persen pelaku usaha di sektor ini amblas pendapatannya saat pandemi corona.

Begitu juga dengan 90,9 persen pelaku usaha dibidang jasa lainnya serta 90,34 persen pelaku usaha transportasi dan pergudangan. Kondisi yang sama dirasakan oleh 87,94 persen pelaku usaha di sektor konstruksi, 85,98 persen pelaku usaha industri pengolahan, dan 84,6 persen pelaku usaha perdagangan.

“Kalau hasil ini disandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II yang paling dalam adalah di transportasi dan pergudangan, dimana pertumbuhan ekonominya minus 30,84 persen,” katanya.

Kemudian diikuti sektor akomodasi dan makan minum dengan pertumbuhan minus 22,02 persen. “Artinya mereka yang terdampak pada kuartal II, pada Juli ini masih alami kesulitan,” terangnya.

Kendati begitu, BPS menyatakan ada pula pelaku usaha yang justru berhasil meningkatkan kapasitas produksi meski di tengah pandemi. Sektor usaha yang mencatat peningkatan produksi di tengah pandemi dari masa normal, yaitu makanan dan minuman yang berupa frozen foods, jamu, minuman, penjualan masker, penjualan sepeda, dan jasa layanan internet provider.

“Tapi di tengah pandemi covid juga masih ada pelaku usaha yang menginfokan bahwa produknya melebihi kapasitas normal, masing-masing 0,5 persen. Persentasenya kecil tapi di tengah covid mereka justru bergerak dan mendapatkan keuntungan yang lebih daripada masa normal,” pungkas Suhariyanto.(***)

 

Sumber: CNNIndonesia

Baca Lainnya

Dugaan SPPD Fiktif di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan

23 April 2026 - 16:17 WIB

Dirjen Migas Akui BBM Pertamina Mengandung Etanol?

2 Oktober 2025 - 14:59 WIB

Dirjen Migas Akui BBM Pertamina Mengandung Etanol?

Belum Ada Putusan PN Jakpus Terkait Gugatan Perdata PWI ke Dewan Pers

24 Maret 2025 - 20:47 WIB

Pengangkatan CASN dan PPPK Dipercepat, Ini Jadwalnya

20 Maret 2025 - 21:06 WIB

Pengangkatan CASN dan PPPK Dipercepat, Ini Jadwalnya

STNK Kendaraan Mati 2 Tahun Lebih akan Disita?

20 Maret 2025 - 19:10 WIB

STNK Kendaraan Mati 2 Tahun Lebih akan Disita?
Trending di Berita