Koperasi Bersama Sejahtera Madani Sukses Gelar RAT Tahun Buku 2025 Rapat Paripurna DPRD Rohil Dalam Rangka Penyampaian Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 Oleh Bupati 8 Fraksi sampaikan Jawaban Atas pendapat Bupati Terhadap Raanperda Inisiatif DPRD Tentang Rokan Hilir Hijau Rapat Paripurna penyampaian Pendapat Bupati Terhadap Ranperda Inisiatif DPRD Tentang Rokan Hilir Hijau Bupati Rohil Salurkan Bantuan Pangan Beras dari perum BULOG di Bagan Barat FC Temiang Raih Juara II Camat Bukit Batu Cup III 2026, Tampil Gemilang di Partai Final

Hukrim

Saut Situmorang: Radikalisme Banyak dari Isu Korupsi

badge-check


					Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang Perbesar

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang

JAKARTA, BeritaPokok.com – Pimpinan KPK bicara terkait dampak buruk yang ditimbulkan akibat korupsi. Selain merugikan keuangan negara, korupsi juga ternyata menjadi salah satu penyebab radikalisme.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, dalam studi soal transnational crime, radikalisme bisa muncul akibat korupsi. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Antikorupsi sedunia.

“Seperti apa Hari Antikorupsi dibuat? Kan sesungguhnya agar dunia sadar bahwa korupsi bisa bikin kiamat suatu negara. Kemudian negara jadi bubar. Negara jadi tidak efisien, tidak efektif. Ketidakadilan bahkan isu radikalisme itu banyak dari isu korupsi di depannya,” kata Saut di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Minggu (8/12).

“Makanya dalam isu transnational crime yang saya dalami selama hampir 20 tahun itu, sebel kepada negara yang buat orang radikal korupsi,” sambung dia.

Bentuk radikalisme yang dipicu korupsi, lanjut Saut, berbeda-beda. Mulai dari radikalisme agama hingga ekonomi.

“Radikal ekonomi umpamanya kalau dia diperlakukan tidak adil, kemudian dia jadi lakukan ketidakadilan juga. Oleh sebab itu dalam rangka Hari Antikorupsi ini dari tahun ke tahun mengajak masyarakat bersama-sama, KPK enggak bisa memerangi ini sendiri,” ungkapnya.

Saut menyebut melawan korupsi bisa dilakukan dari hal yang sangat sederhana seperti tak menyogok saat membuat SIM. Selain itu, seperti jangan membuang sampah sembarangan hingga masalah titip absen.

Dalam kesempatan itu, Saut juga menyoroti masalah sumber daya di KPK yang kurang. Menurut dia, kasus yang bisa ditangani KPK sungguh banyak. Tapi, jumlah sumber daya di KPK minim.

“Kami hanya bisa 200 kasus, surat yang masuk itu ribuan yang masuk. Kalau memang kita ingin buat skala ekonomi yang besar, kasih KPK resources yang besar,” tandas Saut.(***)

Sumber : Kumparan.com

Baca Lainnya

Kapolda Riau Janji Usut Tuntas Kasus Pemalsuan Tanda Tangan H Sopian HAS di Rokan Hilir

6 September 2026 - 13:18 WIB

SF Hariyanto Diperiksa KPK Terkait Temuan Uang saat Penggeledahan

29 Juli 2026 - 06:35 WIB

SF Hariyanto Diperiksa KPK Terkait Temuan Uang saat Penggeledahan

Dugaan SPPD Fiktif di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan

23 April 2026 - 16:17 WIB

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Sopian HAS, Kapolda Riau: Jangan Coba-coba Lindungi Pelaku Kejahatan

17 April 2026 - 17:48 WIB

APICAL Group Bakal Digugat Perdata

24 Februari 2026 - 12:12 WIB

Trending di Berita