![]()
BENGKALIS – Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa (LEDSA) Politeknik Negeri Bengkalis menyelenggarakan seminar bertajuk “Speaking for Workplace: Improving English Skills for Education and Career Opportunities”, Sabtu, 13 Juni 2026 di Aula Bahasa Politeknik Negeri Bengkalis.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 54 peserta yang berasal dari Politeknik Negeri Bengkalis, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkalis, serta berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Bengkalis.
Seminar ini diselenggarakan sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris sekaligus mempersiapkan peserta menghadapi tantangan di dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya keterampilan komunikasi dalam bahasa Inggris sebagai bekal untuk mengikuti seleksi beasiswa, wawancara kerja, hingga berkomunikasi secara profesional di lingkungan kerja.
Materi yang disampaikan juga menekankan bahwa kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan percaya diri merupakan salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan di era global.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh pembina LEDSA, Doris Sukma yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai kompetensi pendukung bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dunia akademik dan profesional yang semakin kompetitif.
Seminar menghadirkan Arita Destianingsih, dosen Jurusan Bahasa Politeknik Negeri Bengkalis, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai tantangan yang umum dihadapi oleh pelajar bahasa Inggris, seperti rasa takut.
Kemudian melakukan kesalahan tata bahasa, keterbatasan kosakata, kurang percaya diri terhadap pelafalan, hingga kekhawatiran akan penilaian orang lain.
Menurutnya, kelancaran berkomunikasi tidak selalu ditentukan oleh kesempurnaan tata bahasa, melainkan oleh kemampuan menyampaikan pesan secara efektif.
Selain membahas tantangan dalam belajar bahasa Inggris, narasumber juga memberikan pembekalan mengenai penerapan bahasa Inggris dalam dunia pendidikan dan karier.
Peserta diperkenalkan pada teknik memperkenalkan diri secara profesional, menyampaikan pendapat dalam diskusi akademik, serta mempresentasikan ide dengan percaya diri.
Tidak hanya itu, peserta juga mempelajari strategi menghadapi wawancara kerja dalam bahasa Inggris, menjawab pertanyaan yang umum diajukan oleh perekrut, hingga cara berkomunikasi secara profesional di lingkungan kerja melalui rapat maupun penyampaian perkembangan pekerjaan.
Untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif, panitia menyisipkan sesi mini quiz yang disambut antusias oleh peserta.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Berbagai pertanyaan diajukan peserta seputar cara meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara dalam bahasa Inggris, teknik menghadapi wawancara kerja, serta strategi membangun kemampuan komunikasi yang efektif.
Ketua Pelaksana kegiatan, Ifa Izfani, berharap seminar ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh peserta.
“Saya berharap seminar ini dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan speaking dan komunikasi, sehingga lebih siap menghadapi dunia pendidikan maupun dunia kerja,” ujarnya.
Menjelang penutupan, narasumber membagikan sejumlah langkah praktis untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris, seperti membiasakan diri mendengarkan konten berbahasa Inggris, menerapkan teknik shadowing, merekam latihan berbicara, melakukan evaluasi secara berkala, serta membangun kebiasaan berlatih setiap hari.
Peserta juga diajak untuk berani memulai berbicara dalam bahasa Inggris tanpa harus menunggu kemampuan menjadi sempurna, karena konsistensi merupakan kunci utama dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, LEDSA berharap peserta memperoleh wawasan baru sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka, seluruh peserta menerima e-sertifikat setelah mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
(diskominfotik/joekro)










