Berita Pojok – Baru-baru ini tengah viral Klinik Kecantikan WSJ Beauty Depok, tepatnya di Jalan Ridwan Rais, Beji Timur.
Pasalnya, berhembus kabar terkait tewasnya seorang wanita asal medan usai menjalani prosedur sedot lemak di klinik Kecantikan WSJ Beauty Depok itu.
Dikutip dari INews, klinik Kecantikan WSJ Depok itu mendadak tutup pada Jumat (26/7/2024).
Penutupan itu ditenggarai usai viralnya Ella Nanda Sari Hasibuan (30) asal Medan tewas usai menjalani prosedur sedot lemak di klinik tersebut.
Dikabarkan INews, di lokasi menunjukkan klinik dalam keadaan sepi. Pintu utama terkunci rapat meskipun beberapa lampu di dalam masih menyala.
Gimin, salah seorang warga yang tinggal di dekat klinik, mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui peristiwa tersebut melalui media sosial.
“Tahunya dari media sosial. Sejak pagi tutup,” katanya dikutip dari iNews Depok.
Sekitar pukul 15.00 WIB, Gimin melihat beberapa mobil polisi mendatangi klinik. “Tadi ada dua mobil polisi, isinya reserse semua. Ada yang masuk ke dalam,” ungkapnya.
Kapolres Metro Depok, Kombes Arya Perdana, menyatakan bahwa pihaknya akan mendalami dan menyelidiki kasus ini.
“Kita akan dalami dan selidiki kejadiannya. Kalau laporan dari keluarga korban belum ada,” ujar Kapolres kepada wartawan.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari pihak klinik.
Sebelumnya beredar berita, Nasib tragis menimpa Ella Nanda Sari Hasibuan. Wanita berumur 30 tahun asal Medan meninggal dunia usai menjalani prosedur sedot lemak di Klinik Kecantikan WSJ Beauty di Kota Depok.
Kejadian berlangsung Senin (22/7/2024) seperti unggahan akun Instagram @temanpolisi, Jumat (26/7/2024).
Kronologinya, Ella warga Kompleks Permata Abadi di Kota Medan, berangkat dari Medan menuju Depok pada Senin, tanggal 22 Juli 2024. Dia akan menjalani prosedur sedot lemak di area lengan di WSJ Beauty.
Sedot lemak berlangsung antara pukul 12.00 hingga 13.00 siang.
Namun, sekitar pukul 14.00, seorang teman Ella menerima telepon dari Rumah Sakit Margonda yang menyatakan bahwa Ella telah meninggal dunia.
Pihak klinik WSJ kemudian menghubungi keluarga untuk mengantar jenazah ke Pangkalan Brandan, tanpa memberikan penjelasan mengenai penyebab kematian.
“Saya sebagai kakak kandung korban sangat keberatan dengan kematian adik saya ini. Ini adalah malpraktik yang dilakukan WSJ Beauty dan Skincare,” kata Okta Lia, kakak korban dalam unggahan di akun Instagram @temanpolisi.
Keluarga korban menuntut pertanggungjawaban dari pihak klinik, mengingat kematian Ella yang dinilai tidak wajar.
Sementara itu, perwakilan WSJ Beauty and Skincare, Ricardo, enggan memberikan keterangan.
Apa itu Sedot Lemak?
Dikutip dari Siloam Hospitals, Liposuction atau sedot lemak adalah prosedur medis yang dapat menghilangkan sel-sel lemak (adiposit) secara permanen di bagian tubuh tertentu agar pasien mendapatkan bentuk tubuh ideal. Pasien umumnya melakukan liposuction untuk membuang lemak berlebih di perut, paha, dagu, pipi, leher, lengan atas, betis, atau bokong.
Perlu diketahui bahwa dalam prosedur ini, lemak yang dihilangkan bukanlah lemak visceral (lemak yang berada di sekitar organ dalam), melainkan lemak perifer (lemak yang berada di bawah kulit). Karena itu, liposuction bukanlah metode yang disarankan untuk menurunkan berat badan atau mengatasi obesitas.
Biasanya, liposuction dapat menjadi alternatif bila upaya diet dan olahraga tidak cukup efektif dalam menghilangkan lemak yang tidak diinginkan. Prosedur ini juga cocok bagi orang yang memiliki banyak lemak di bagian tubuh tertentu yang memiliki berat badan stabil.
Manfaat Sedot Lemak
Manfaat utama dari prosedur liposuction adalah untuk menurunkan jumlah sel-sel lemak sehingga bentuk tubuh kembali ideal. Perubahan bentuk tubuh setelah menjalani prosedur liposuction biasanya bersifat permanen, dengan catatan selama berat badan tidak mengalami kenaikan atau penurunan secara signifikan.
Selain untuk alasan kecantikan atau penampilan, liposuction juga dapat dimanfaatkan untuk menangani beberapa kondisi medis, seperti lipoma (benjolan lemak di bawah kulit), pseudogynecomastia (pembesaran payudara pada pria), Madelung’s disease (penyakit langka pada metabolisme atau penyimpanan lemak), atau axillary hyperhidrosis (keringat berlebihan di ketiak).
Prosedur Sedot Lemak
Prosedur sedot lemak bisa berbeda-beda, tergantung dari teknik yang digunakan. Namun, secara umum, pasien akan mendapatkan suntikan bius lokal atau umum (bius total). Setelah dibius, prosedur akan dilanjutkan dengan memecahkan dan mencairkan lemak menggunakan laser, larutan tumescent, atau gelombang suara.
Setelah itu, dokter akan membuat sayatan kecil untuk memasukkan alat sedot lemak (cannula) ke dalam area lemak di antara kulit dan otot. Lalu, lemak berlebih tersebut akan dibuang dengan pipa penghisap atau jarum suntik besar. Setelah prosedur selesai, dokter akan menutup sayatan tersebut dengan jahitan.
Prosedur sedot lemak umumnya memakan waktu selama 1–3 jam, kemudian pasien diharuskan menjalani rawat inap selama 1 malam. Sementara itu, waktu yang dibutuhkan untuk pulih sepenuhnya adalah kurang lebih 6 bulan. Selama masa pemulihan, pasien dianjurkan untuk menjalani kontrol secara rutin.
Setelah menjalani prosedur sedot lemak, dokter akan memasang korset elastis di bagian tubuh yang disedot lemaknya. Tujuannya adalah untuk mengurangi bengkak dan memar, serta mempertahankan bentuk tubuh.
Efek Samping Sedot Lemak
Pascaprosedur sedot lemak, pasien mungkin akan merasakan beberapa efek samping, seperti kesemutan, nyeri, mati rasa, memar, atau bengkak di bagian tubuh tempat prosedur tersebut dilakukan. Namun, kondisi ini biasanya akan pulih dalam waktu 3 minggu. Dokter biasanya juga meresepkan obat antiradang dan antibiotik guna mencegah infeksi.
Sementara itu, beberapa komplikasi serius yang mungkin timbul akibat prosedur sedot lemak adalah sebagai berikut:
- Infeksi bakteri.
- Alergi obat bius.
- Perdarahan.
- Permukaan kulit tidak rata.
- Kerusakan saraf, otot, pembuluh darah, atau organ dalam.
- Emboli lemak (fat embolism), kondisi terlepasnya lemak yang dapat menyumbat pembuluh darah.
- Syok hipovolemik (kondisi darurat akibat hilangnya cairan tubuh).
- Terbentuknya kantung berisi cairan di bawah kulit.
Sumber: INews, Siloam Hospitals
Editor: Iskandar Z






