Rohil Berstatus Malaria, Wabup Jhony Charles Intruksikan Camat, Lurah, penghulu Lakukan Goro Bersihkan Sampah Diduga Ada pemalsuan Dokumen Terkait Ganti Rugi kebun Plasma di Kuba, Petani sepakat tempuh jalur Hukum Reses Kaderismanto di Kelurahan Sungai Pakning Disambut Dengan Meriah Ada Penyambungan Jalan, Jalur Keluar Tol di Pekanbaru Dialihkan Heboh di Medsos, Ada Persekongkolan di Proyek TPR Dishub Dumai TA 2024 dan 2025? TAUD SKP Bakal Somasi Pemerintah Terkait Pelibatan Aparat dalam Perpajakan

Berita

PKB Sukses di Pemilu 2024, Cak Imin: Omongan Yahya dan Saipul Ga Laku

badge-check


					PKB Sukses di Pemilu 2024, Cak Imin: Omongan Yahya dan Saipul Ga Laku Perbesar

Berita Pojok – Merasa perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pemilu 2024 sukses, A Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin sebut omongan Yahya dan Saipul tidak laku.

Hal itu disampaikannya dalam cuitan di media sosial X yang sebelumnya bernama Twitter pada Sabtu (3/8).

Dijelaskannya juga, semua pihak mengakui prestasi yang ditorehkan PKB dalam pemilu 2024 lalu.

Cak Imin juga bersyukur atas prestasi kader yang tak lagi bergantung pada siapapun.

Meski digembosi oleh Yahya dan Saipul pada saat Pemilu, lanjut Cak Imin, perolehan suara PKB malah meningkat tajam.

“Omongan Yahya dan Saipul gak laku,” tulis Cak Imin dalam cuitan panjangnya.

Selain itu, Ketum PKB, A Muhaimin Iskandar juga menyatakan bahwasanya yang rusak itu adalah Yahya dan Saiful, mengapa PKB ditarik-tarik untuk ikut rusak?.

“Yang rusak itu Yahya sama Saiful, kok PKB ditarik-tarik untuk ikut rusak, apa gak semakin menurunkan tingkat kepercayaan pada PBNU?, melanggar khittoh yang ditegaskan mereka sendiri,” sambung Cak Imin dalam cuitannya.

Berikut cuitan lengkap Ketum PKB, A Muhaimin Iskandar di media sosial X pada Sabtu (3/8):

Prestasi perolehan PKB pada Pemilu 2024 diakui semua pihak, dan kita syukuri sebagai keberhasilan kader-kader yang tidak lagi bergantung pada siapapun, Digembosi Yahya dan Saipul di Pemilu malah membuat perolehan PKB meningkat tajam. Omongan yahya dan saipul gak laku. Yang rusak itu Yahya sama Saiful, kok PKB ditarik-tarik untuk ikut rusak, apa gak semakin menurunkan tingkat kepercayaan pada PBNU? , melanggar khittoh yang ditegaskan mereka sendiri . Mempolitisir NU gak laku kok lanjut mempolitisir PKB,
Emang siapa lu..
Anda sopan kami segan,
Kalo gak sopan jangan ajak-ajak kite..

Ini tanggapan saya selaku Ketum PKB atas pernyataan Yahya di Semarang.

Tak hanya itu, Cak Imin dalam kolom komentar juga mengunggah tangkapan layar dari sebuah berita yang berjudul “Ketum PBNU Gus Yahya Tegaskan PKB Bukan Representasi NU”.

Selain unggahan tangkapan layar tersebut, dirinya juga menulis “Anda sopan kami segan, kalo anda gak sopan jangan ajak-ajak kite”.

Untuk diketahui, dikutip dari DetikNews, PKB berhasil memperoleh 16.115.655 suara pada pemilu 2024 lalu, di peringkat pertama masih PDI Perjuangan dengan perolehan 25.387.279 suara.

Posisi kedua Partai Golkar 23.208.654 suara, kemudian Partai Gerindra dengan jumlah perolehan 20.071.708 suara.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah sebuah partai politik berideologi Moderat. Partai ini didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Juli 1998 yang dideklarasikan oleh para kiai-kiai Nahdlatul Ulama, seperti Munasir Ali, Ilyas Ruhiat, Abdurrahman Wahid, Mustofa Bisri, Zuhdi Fatkur dan Muhith Muzadi.

Penulis: Iskandar Z

Baca Lainnya

Diduga Ada pemalsuan Dokumen Terkait Ganti Rugi kebun Plasma di Kuba, Petani sepakat tempuh jalur Hukum

3 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Reses Kaderismanto di Kelurahan Sungai Pakning Disambut Dengan Meriah

3 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Ada Penyambungan Jalan, Jalur Keluar Tol di Pekanbaru Dialihkan

31 Juli 2026 - 16:34 WIB

Ada Penyambungan Jalan, Jalur Keluar Tol di Pekanbaru Dialihkan

Heboh di Medsos, Ada Persekongkolan di Proyek TPR Dishub Dumai TA 2024 dan 2025?

29 Juli 2026 - 11:04 WIB

Heboh di Medsos, Ada Persekongkolan di Proyek TPR Dishub Dumai TA 2024 dan 2025?

TAUD SKP Bakal Somasi Pemerintah Terkait Pelibatan Aparat dalam Perpajakan

29 Juli 2026 - 08:10 WIB

TAUD SKP Somasi Pemerintah Terkait Pelibatan Aparat dalam Perpajakan
Trending di Berita