Pemkab Bengkalis Bersama Awak Media Ikuti Peringatan Hari Pers Nasional di Banten Pulau Bengkalis Jadi Ruang Belajar Konservasi Mangrove Nasional dan Global Relokasi PKL di Dumai, Wako Paisal Diminta Ingat Janji Kampaye Musrenbang Bathin Solapan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Menuju Arah Pembangunan 2027 Camat Bantan Sambut Hangat, Kedatangan Rombongan GMA Indonesia Chapter antar Negara di Teluk Pambang Munajat Mintakan Hujan, SDS IT Ibu Harapan Bengkalis Laksanakan Sholat Istisqo

Berita

Cegah Kejang Demam dengan Cara Ini

badge-check


					Cegah Kejang Demam dengan Cara Ini Perbesar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketika panas tinggi, sebagian anak ada yang mengalami kejang. Bagaimana mencegah dan mengatasi anak kejang demam?

Dokter spesialis anak Harijadi menjelaskan kejang demam adalah kejang yang terjadi pada anak berumur enam bulan sampai lima tahun. Umumnya, itu dialami anak usia satu atau dua tahun.

Menurut dr Harijadi, kejang demam harus disertai dengan demam, yakni suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius. Ia mengungkapkan kejang demam biasanya terjadi mendadak.


Gejalanya ialah badan, kedua tangan dan kaki kaku, terkadang diikuti gerakan seperti kelojotan, dan mata mendelik atau berkedip-kedip. Saat kejang, anak tidak sadar dan tidak memberi respons apabila dipanggil. Ciri lainnya, anak juga tidak sadar buang air, baik buang air kecil maupun besar.

 

Jangan panik

Dokter Harijadi mengatakan untuk mengatasi anak kejang demam, hal utama yang dilakukan adalah tetap tenang, jangan panik. Longgarkan pakaian ketat, terutama sekitar leher supaya tidak tertekan posisinya.

Apabila anak tidak sadar, posisikan miring. Sebab, bila ada muntah bisa tertelan dan tersedak bisa berbahaya.

Saat kejang demam, lidah tergigit sangat jarang jadi jangan masukkan apapun ke dalam mulut saat anak kejang. Memasukkan benda ke mulut bisa berbahaya karena giginya bisa patah atau melukai bagian mulut lain.

“Anak sedang kejang diberikan kopi ternyata tidak ada buktinya. Itu Berbahaya anak bisa tersedak. Atau anak sehat diberikan kopi supaya tidak mudah kejang, itu juga tidak benar,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dokter Harijadi juga mengingatkan untuk tidak menahan tangan atau anggota tubuh anak saat kejang. Jangan lupa ukur suhu tubuh, lihat dan ingat lama kejangnya. Jangan lupa tetap dampingi anak selama kejang.

Bawa ke dokter atau ke rumah sakit bila kejangnya lebih dari lima menit, suhu tubuhnya di atas 40 derajat Celsius, dan kejang tidak berhenti setelah pemberian obat atau anak tidak sadar setelah kejang.

Cegah kejang demam

Dokter Harijadi mengatakan saat anak kejang demam, anak memang merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, sebaiknya cegah kejang demam dengan cara ini.

1. Mengukur suhu

Orang tua sebaiknya memiliki termometer di rumah untuk mengukur suhu anak saat demam. Kalau dipegang dengan tangan, demam bisa tidak terdeteksi, terutama pada anak gemuk.

2. Minum lebih banyak

Berikan anak cairan lebih banyak atau minum lebih banyak. Dengan minum lebih banyak, proses panas bisa lebih cepat turun.


Jangan lupa memakaikan baju yang tidak terlalu tebal, supaya anak tetap nyaman. Di sisi lain, juga harus diperhatikan jangan sampai baju anak terlalu tipis atau ruangan dingin, nanti anak menggigil.



SumberRepublika.co.id

Baca Lainnya

Pemkab Bengkalis Bersama Awak Media Ikuti Peringatan Hari Pers Nasional di Banten

9 Februari 2026 - 16:41 WIB

Pulau Bengkalis Jadi Ruang Belajar Konservasi Mangrove Nasional dan Global

8 Februari 2026 - 16:36 WIB

Relokasi PKL di Dumai, Wako Paisal Diminta Ingat Janji Kampaye

7 Februari 2026 - 19:16 WIB

Musrenbang Bathin Solapan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Menuju Arah Pembangunan 2027

7 Februari 2026 - 04:29 WIB

Camat Bantan Sambut Hangat, Kedatangan Rombongan GMA Indonesia Chapter antar Negara di Teluk Pambang

6 Februari 2026 - 22:28 WIB

Trending di Bengkalis