8 Fraksi sampaikan Jawaban Atas pendapat Bupati Terhadap Raanperda Inisiatif DPRD Tentang Rokan Hilir Hijau Rapat Paripurna penyampaian Pendapat Bupati Terhadap Ranperda Inisiatif DPRD Tentang Rokan Hilir Hijau Bupati Rohil Salurkan Bantuan Pangan Beras dari perum BULOG di Bagan Barat FC Temiang Raih Juara II Camat Bukit Batu Cup III 2026, Tampil Gemilang di Partai Final LPSE Rohil Sosialisasi PBJ Tentang E-purcasing Katalog Elektronik Implementasikan Permendagri, Kesbangpol Rohil dan FKDM Kolaborasi Jalankan Aplikasi SINDRA di Kecamatan Bangko

Berita

Diprediksi 133 Juta Pekerjaan Baru Muncul di Tahun 2022

badge-check


					Pelamar Kerja (Ilustrasi) Perbesar

Pelamar Kerja (Ilustrasi)

JAKARTA, Beritapojok.comSetelah memasuki era disrupsi teknologi ditambah ketidakpastian penyebaran virus Covid-19, dunia global dihadapkan dengan beragam tantangan.  Salah satunya, sektor ketenagakerjaan yang bakal berubah dengan cepat dan tidak dapat diprediksi.

Berdasarkan diskusi World Economic Forum, sebanyak 75 juta pekerjaan bakal hilang di tahun 2022. Namun, jumlah pekerjaan baru yang muncul bakal lebih banyak, sekitar 133 juta.

Hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Kementerian BUMN Alex Denni dalam webinar PPSDM EBTKE KESDM, Rabu lalu.

“Ini the good side of technology, pada saat yang sama dia create opportunity berupa emerging jobs. Dan emerging jobs ini diperkirakan lebih banyak dari yang hilang,” kata Alex.

Kendati dibandingkan 75 juta pekerjaan yang hilang, 133 juta pekerjaan baru ini menuntut keahlian berbeda. Pekerjaan lama, karakternya rutin, sederhana dan transaksional yang bisa digantikan teknologi dengan mudah.

Sedangkan pekerjaan baru yang ditimbulkan dari disrupsi teknologi karakternya menyesuaikan dengan cara teknologi tersebut bekerja. “Namun, tentu saja emerging jobs butuh skills, knowledge dan behavior yang baru agar kita tetap sukses di dunia yang baru. Jadi ini tantangan yang besar untuk kita,” jelasnya.

Apalagi, pandemi Covid-19 membuat disrupsi teknologi terjadi semakin cepat. Peralihan model kerja dari luring berubah menjadi daring karena masyarakat harus tetap berada di rumah untuk menjaga diri agar tidak tertular virus, termasuk ketika bekerja.

“Begitu pandemi ini datang, hampir sebagian besar kita work from home (WFH). Bahkan peraturan pun memaksa 25 persen saja yang datang ke kantor. Jadi masa depan yang kita perkirakan akan terjadi 5-6 tahun ke depan, terjadi lebih cepat dari dugaan,” ujarnyanya.(***)

 

 

Sumber :Liputan6.com

Baca Lainnya

Implementasikan Permendagri, Kesbangpol Rohil dan FKDM Kolaborasi Jalankan Aplikasi SINDRA di Kecamatan Bangko

10 September 2026 - 11:55 WIB

Implementasikan Permendagri, Kesbangpol Rohil dan FKDM Kolaborasi Jalankan Aplikasi SINDRA di Kecamatan Bangko

Kondisi ISPU Kurang Baik, Pemkab Rohil Imbau Warga Pakai Masker dan Waspadai Asap Kiriman

8 September 2026 - 23:24 WIB

Kondisi ISPU Kurang Baik, Pemkab Rohil Imbau Warga Pakai Masker dan Waspadai Asap Kiriman

Hadiri Pelantikan TP. PKK Pekaitan, Bupati H. Bistamam Minta Kader Sinergi Tuntaskan Stunting

8 September 2026 - 22:09 WIB

Hadiri Pelantikan TP. PKK Pekaitan, Bupati H. Bistamam Minta Kader Sinergi Tuntaskan Stunting

Sukses Digelar di Bagan Sinembah, CFD Kolaborasi Kemenpora, DPR RI, dan Pemkab Rohil Dipadati Warga

6 September 2026 - 18:24 WIB

Sukses Digelar di Bagan Sinembah, CFD Kolaborasi Kemenpora, DPR RI, dan Pemkab Rohil Dipadati Warga

Buka Peringatan Maulid Nabi BKMT Bagan Sinembah, Bupati Haji Bistamam Apresiasi Kiprah Perempuan Rohil

6 September 2026 - 14:12 WIB

Buka Peringatan Maulid Nabi BKMT Bagan Sinembah, Bupati Haji Bistamam Apresiasi Kiprah Perempuan Rohil
Trending di Berita