“Mereka sudah kami kembalikan ke orangtuanya masing-masing. Namun proses hukum tetap jalan. Kami masih melakukan penyelidikan untuk menentukan siapa tersangkanya. Kami akan fokus pada Undang-Undang ITE-nya,” katanya.
Sudah diberikan pembinaan
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng, Made Astika dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihak sekolah sudah beberapa kali memberikan pembinaan kepada siswi tersebut, karena berbagai persoalan.
“Intinya sekolah sudah intens menangani yang bersangkutan. Saya harap ke depan antara guru di sekolah dengan orangtua siswa juga bisa berkolaborasi melakukan penanganan dan pengawasan terhadap masing-masing siswanya,” ucapnya.
Setelah siswi dan empat pria yang melakukan aksi persetubuhan itu selesai menjalani pemeriksaan di kepolisian dan dikembalikan ke orangtuanya masing-masing, pihaknya juga akan memberikan pembinaan yang intens kepada siswi dan empat pria tersebut.
“Harapan kami setelah adanya kejadian ini, mereka bisa menjalani hidup lebih baik. Seluruh guru BK juga akan kami minta untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak agar terhindar dari perilaku negatif seperti ini,” tutupnya. (TribunNews/red)








