Yayasan Gambut Bersama PPCF dan Yayasan Bahtera Melayu Pasang Fire Danger Rating System di Desa Pematang Duku Prodi PIAUD IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Bekali Parenting Strategy untuk Orang Tua di Desa Deluk Dukung Pelestarian Lingkungan, Polbeng Gelar Lokakarya SOP Kawasan Ekowisata dan Konservasi Mangrove Melalui Kelompok MKWK Kementerian LHK dan IFAD Gelar Pelatihan Inovatif Pembukaan Lahan Tanpa Bakar di Bengkalis Kelompok MKWK Polbeng Gelar Pelatihan Integrasi Konservasi Mangrove dan Ecoprint untuk Pemberdayaan Ibu-Ibu Desa Kelapapati Jelang MTQ ke-50 di Bandar Laksamana, LPTQ Bengkalis Gelar Pembinaan Hakim

Berita

Tidak Benar Sambu Group Stop Terima Kelapa Bulat dari Petani

badge-check


					Tidak Benar Sambu Group Stop Terima Kelapa Bulat dari Petani Perbesar

TEMBILAHAN, Beritapojok.com – Beredar kabar bahwa Sambu Group melakukan penghentian pembelian atau stop terima kelapa bulat dari petani karena panjangnya antrian bongkar kapal di Kuala Enok. Hal ini perlu dikonfirmasi terkait komitmen Sambu Group atas pembelian kelapa dari petani, khususnya Indragiri Hilir, terlebih di era pandemi saat ini.

“Tidak benar jika Sambu Group menghentikan pembelian kelapa bulat dari petani. Untuk PT Pulau Sambu di Kuala Enok, sampai saat ini masih menerima kopra dan kelapa cungkil. Adapun memo yang beredar terkait tidak menerima kelapa bulat di PT Pulau Sambu di Kuala Enok sifatnya hanya sementara untuk mengurangi dampak negatif pada petani yang timbul dari jumlah reject yang tinggi. Pada prinsipnya, kami tetap berkomitmen untuk menerima kelapa dari petani,“ demikian penjelasan Hendri, AGM Raw Material, PT Pulau Sambu di Kuala Enok.

“PT Pulau Sambu di Guntung dan PT RSUP di Pulau Burung, sebagai bagian dari Sambu Group, tetap menerima kelapa bulat dari petani,”papar A Ginting, Humas Sambu Group. “Bahkan petani juga bisa mengirimkan kelapa bulatnya di gudang dan pancang seperti biasa, yang dikelola oleh PT Pulau Sambu di Guntung dan PT RSUP di Pulau Burung.

Sambu Group tetap beroperasi dengan mengadaptasikan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam upaya menangkal COVID-19 khususnya di bidang industri. Memang ada sedikit keterlambatan penerimaan di pasar akibat dampak COVID-19. Namun Sambu Group memastikan ketersediaan bahan baku kelapa tetap terpenuhi dengan baik yakni dengan tetap menerima pasokan dari petani kelapa demi kelancaran proses produksi. Sehingga keberlangsungan ekosistem kelapa, khususnya di Indragiri Hilir tetap terjaga.

Menurut A Ginting, hingga kini aktivitas di pabrik Sambu Group berjalan seperti biasa. Pembelian kelapa berjalan seperti biasa. Dan tidak ada penghentian aktivitas kerja, atau stop terima kelapa dari petani, karena memang permintaan pasar tetap ada, dan pabrik membutuhkan kelapa dalam jumlah banyak untuk berproduksi.

Sambu Group tetap menerima kelapa dari petani dan berproduksi untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan dan masyarakat sekitar. Dengan tetap beroperasi, Sambu Group ingin memastikan bahwa roda ekonomi akan tetap berjalan. (Rilis Bidhumas Sambu Group/Marbun)

Baca Lainnya

Yayasan Gambut Bersama PPCF dan Yayasan Bahtera Melayu Pasang Fire Danger Rating System di Desa Pematang Duku

8 Desember 2025 - 17:24 WIB

Prodi PIAUD IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Bekali Parenting Strategy untuk Orang Tua di Desa Deluk

7 Desember 2025 - 23:21 WIB

Dukung Pelestarian Lingkungan, Polbeng Gelar Lokakarya SOP Kawasan Ekowisata dan Konservasi Mangrove Melalui Kelompok MKWK

7 Desember 2025 - 17:19 WIB

Kementerian LHK dan IFAD Gelar Pelatihan Inovatif Pembukaan Lahan Tanpa Bakar di Bengkalis

6 Desember 2025 - 23:16 WIB

Kelompok MKWK Polbeng Gelar Pelatihan Integrasi Konservasi Mangrove dan Ecoprint untuk Pemberdayaan Ibu-Ibu Desa Kelapapati

6 Desember 2025 - 17:15 WIB

Trending di Bengkalis