Sekretaris BBDM Hadir Langsung dalam Pembagian Santunan untuk Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Bukit Batu   Bupati Bistamam Resmikan Pelayanan Bijak Satu Atap di Rimba Melintang, Warga Lebih Mudah Akses Layanan Pemkab Rohil Perkuat Pengawasan Pajak dan Tata Kelola Keuangan Kepenghuluan Percepat Digitalisasi Birokrasi, Bupati Rohil Tinjau Perekaman TTE PPPK Paruh Waktu Sekitar 80 Sekolah di Rohil Terima Program Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Fungsi Pengawasan Pasca kebakaran di Bagan Barat, Pemkab Rohil Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Berita

Tenaga Honorer Tahun 2023 Dihapus, Mimpi Buruk Jadi Kenyataan

badge-check


					Tenaga Honorer Tahun 2023 Dihapus, Mimpi Buruk Jadi Kenyataan Perbesar

Beritapojok.com- Tenaga Honorer Tahun 2023 akan dihapus, mimpi buruk yang jadi kenyataan bagi mereka yang belum sempat menjadi PNS.

Informasi tenaga honorer tahun 2023 dihapus itu bukan lagi isapan jempol semata, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo memastikan hal tersebut untuk setiap instansi pemerintahan.

Ke depannya, kata Tjahjo Kumolo, hanya ada dua kategori status pegawai, yakni PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurutnya, hal itu sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang menyatakan pegawai non-PNS di instansi pemerintah melaksanakan tugas paling lama hingga 2023.

“Terkait tenaga honorer, melalui PP di berikan kesempatan untuk di selesaikan sampai dengan tahun 2023,” kata Tjahjo kepada awak media, Selasa 18 Januari 2022.

Lalu bagaimana nasib pekerja seperti petugas keamanan hingga kebersihan?

Menpan-RB Tjahjo Kumolo meminta hal tersebut di penuhi melalui tenaga alih daya atau pekerja outsourcing.

“Untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan-pekerjaan yang sangat basic seperti cleaning service, security dan lain-lain, di sarankan untuk di penuhi melalui tenaga alih daya, dengan beban biaya umum, dan bukan biaya gaji (payroll),” jelasnya.

Pemerintah, lanjut Tjahjo, akan mengkaji secara menyeluruh dampak dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang akan di tetapkan di semua instansi pemerintahan.

Saat ini lebih dari sepertiga abdi negara menempati jabatan pelaksana yang di perkirakan 30-40% akan berkurang kebutuhannya seiring dengan progres transformasi digital yang di canangkan pemerintah.

“Perlu di persiapkan strategi alih tugas melalui upskilling dan re-skilling mereka agar mampu melaksanakan pekerjaan yang masih akan di butuhkan ke depan,” imbuhnya. (detik/red)

Baca Lainnya

Bupati Bistamam Resmikan Pelayanan Bijak Satu Atap di Rimba Melintang, Warga Lebih Mudah Akses Layanan

29 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Pemkab Rohil Perkuat Pengawasan Pajak dan Tata Kelola Keuangan Kepenghuluan

29 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Percepat Digitalisasi Birokrasi, Bupati Rohil Tinjau Perekaman TTE PPPK Paruh Waktu

29 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Pasca kebakaran di Bagan Barat, Pemkab Rohil Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

29 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Wabup Jhony Charles Apresiasi Peran PNM, Hampir 48 Ribu Nasabah di Rohil Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan

29 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Trending di Pemerintahan