Gerak cepat, Bupati Rokan Hilir Perintahkan Kadis PUPR Intensifkan Normalisasi Drainase Perjalanan Panjang Dedy Aprianto Tampubolon, Wisudawan Terbaik Magister Sains dari Riau   Sinergitas Lintas Sektoral, Camat Bukit Batu Pimpin Gotong Royong Bersihkan Lingkungan di Wilayah Kelurahan Sungai Pakning Bupati Kasmarni Sambut Kajati Riau dengan Prosesi Adat Melayu, Teguhkan Jati Diri Negeri Junjungan Sarman Syahroni Dilantik Bupati Rohil H.Bistamam Sebagai Sekda Turnamen Futsal TUFFU CUP I Resmi Dibuka, 33 Tim dari Tiga Kecamatan Bersaing di Bukit Batu

Berita

Serangan Sentimen Negatif Tak Goyahkan Eksistensi Polri

badge-check


					Serangan Sentimen Negatif Tak Goyahkan Eksistensi Polri Perbesar

JAKARTA, Beritapojok.com – Serangan sentimen negatif terhadap Polri pada tahun politik 2019 tidaklah cukup menggoyahkan eksistensi lembaga negara yang bertugas menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di Republik Indonesia ini.

Demikian dipaparkan Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang pada kesempatan Rilis Akhir Tahun Polri 2019 di Auditorium PTIK, Jakarta (30/12/2019).

Indonesia Indicator menyatakan, skor institusi Polri pada tahun 2019 adalah 68%, memang turun dari tahun 2018 yakni 72% namun perlu diingat 2019 adalah tahun Politik dimana serangan HOAX dan sentimen negatif terhadap Polri gencar dilakukan dengan tujuan delegitimasi dan mengkendorkan kinerja Polri agar agenda-agenda politik dan gangguan keamanan yang dilakukan pihak-pihak tertentu bisa berhasil. Angka 68% adalah nilai framing positif pemberitaan baik media massa maupun media sosial.

Indonesia Indicator menyebutkan bahwa framming positif ini didapatkan dari kinerja Polri dalam pengamanan Pemilu 2019, penanggulangan terorisme, konflik Papua, pemberantasan Narkoba dan penanganan aksi mahasiswa.

Tokoh di luar intitusi Polri yang disebut berperan positif terhadap kinerja Polri adalah Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Menkopolhukam Wiranto.

Masih banyak catatan yang perlu diperbaiki oleh Humas Polri, namun secara umum kinerjanya sudah dianggap baik.

Perbaikan yang harus dilakukan adalah kolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki kompetensi dalam mengelola/manajemen isu sehingga cepat tanggap dan segera terkendali sebelum menjadi liar.

Humas Polri harus memanfaatkan popularitas (shareable) berita-berita tentang Polri oleh media arus utama maupun media sosial sehingga isi pemberitaan menaikkan sentimen positif sehingga meningkatkan citra Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, MS.i. merespons paparan Indonesia Indicator tersebut dengan komitmen peningkatan kinerja Polri dengan meningkatkan kinerja Polri dalam berbagai lini, termasuk peningkatan SDM, pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan internal.

Sementara anggota Komisi III DPR RI, H Muhammad Nasir Kamil, menyebutkan kinerja Polri membaik dari waktu ke waktu dan mengapresiasi peningkatan tersebut. Senada dengan Muhammad Nasir, Ateria Dahlan koleganya di Komisi II,

“Kapolri yang baru, Jenderal Idham Azis harus melanjutkan program Kapolri sebelumnya, Jenderal Tito Karnavian, dengan perbaikan-perbaikan yang diperlukan sehingga kinerja meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri tinggi,” ujar Ateria Dahlan. (rilis)

Baca Lainnya

Terkait penundaan Pilpeng Tahun 2026, Calon Penghulu 6 Desa Rapat Dengan Komisi A DPRD Rokan Hilir

13 Oktober 2026 - 15:55 WIB

DPRD Gelar Rapat paripurna Hari Jadi Rokan Hilir ke -27

4 Oktober 2026 - 21:44 WIB

DPRD Rohil Dan Pemda Sepakat Teken Nota Keuangan KUA-PPAS Perubahan Tahun 2026

25 September 2026 - 21:14 WIB

Rapat Paripurna DPRD Rohil Dalam Rangka Penyampaian Rancangan P-KUA Dan PPAS Tahun Anggaran 2026 Oleh Bupati

23 September 2026 - 08:52 WIB

Rapat Paripurna DPRD Rohil Dalam Rangka Penyampaian Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 Oleh Bupati

22 September 2026 - 22:16 WIB

Trending di Politik