Diskominfotik Bengkalis Gelar Sosialisasi di SDN 46, Wujud Dukung KLA Formadiksi KIP-K Polbeng Gelar Upgrading Kepengurusan 2026 Dugaan SPPD Fiktif di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan UKM Jurnalistik Polbeng Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar di UNRI Bupati Kasmarni Tekankan Semangat Gotong Royong saat Membuka TMMD ke-128 di Pinggir Pemkab Bengkalis Optimis Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman 2026, Capai Standar Target

Berita

Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco Evakuasi Korban Penghadangan Bandit Bersenjata di Republik Kongo

badge-check


					Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco Evakuasi Korban Penghadangan Bandit Bersenjata di Republik Kongo Perbesar

KONGO, Beritapojok.com – Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco berhasil mengevakuasi warga sipil Kongo yang menjadi korban penghadangan bandit bersenjata di Republik Kongo.

Hal tersebut diungkapkan dalam release tertulisnya Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de IOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO), bertempat di Base Camp Indo RDB Kalemie, Provinsi Tanganyika Republik Demokratis Kongo.

Dansatgas menyampaikan bahwa peristiwa penghadangan tersebut dilakukan oleh 10 bandit bersenjata terhadap dua kendaraan truk yang melintas di desa Kako Village,10 KM dari Static Combat Deploymet (SCD) Lulimba, Sabtu dini hari (1/8/2020).

Informasi kejadian tersebut beredar dengan cepat dan diterima oleh CLA dari Chief Village, kemudian disampaikan kepada Komandan SCD Lulimba Mayor Inf Yoni untuk meminta perlindungan pengamanan dan pertolongan bagi korban yang terluka. Menanggapi laporan tersebut, Dan SCD Lulimba segera mengirim 35 personil yang tergabung dalam tim Long Range Patrol (LRP), terdiri dari Quick Response Team dan tim medis untuk meluncur ke lokasi kejadian dalam rangka melaksanakan Protection of Civilian (POC).

Setibanya di lokasi kejadian, Tim LRP yang dipimpin oleh Lettu Arm Sudarmo langsung melakukan pengamanan wilayah dan memberikan bantuan pengobatan terhadap korban yang berjatuhan. Adapun koban yang ditimbulkan akibat penghadangan tersebut terdiri dari 3 orang meninggal dunia akibat luka tembak, 22 orang terluka akibat truk terguling dan beberapa orang diantaranya mengalami penganiayaan dari para Bandit.

Usai berhasil menyelamatkan para korban, Dantim LRP dibantu oleh Language Assistance (LA) berkoordinasi melekat dengan Armed Forces of the Democratic Republic of the Congo (FARDC) dan Local Police untuk proses Investigasi lebih lanjut. Disamping itu juga, koordinasi dilakukan dengan Médecins Sans Frontières (MSF) Team terkait evakuasi korban ke rumah sakit Lulimba dan Misisi.

Pasca evakuasi korban, tim LRP Lulimba tetap berjaga di Area Kako Village guna memastikan situasi keamanan di wilayah tersebut agar tidak terjadi serangan susulan dan kekerasan kembali.(Puspen TNI)

Baca Lainnya

Diskominfotik Bengkalis Gelar Sosialisasi di SDN 46, Wujud Dukung KLA

24 April 2026 - 17:01 WIB

Formadiksi KIP-K Polbeng Gelar Upgrading Kepengurusan 2026

23 April 2026 - 16:56 WIB

Dugaan SPPD Fiktif di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan

23 April 2026 - 16:17 WIB

UKM Jurnalistik Polbeng Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar di UNRI

23 April 2026 - 10:55 WIB

Bupati Kasmarni Tekankan Semangat Gotong Royong saat Membuka TMMD ke-128 di Pinggir

23 April 2026 - 04:54 WIB

Trending di Bengkalis