DUMAI – Salah seorang netizen dalam kolom komentar pada postingan akun @Wak Jie Paisal mengungkapkan bahwasanya ia menyesal telah memilih H Paisal untuk 2 Periode, Minggu (1/2).
Ungkapan penyesalan itu terkait kebijakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Sudirman dan SS Kasim.
Dikatakan akun @Siti A’isyah itu, PKL justru membuat Kota Dumai lebih semarak, dan untuk CFN dan CFD, terkadang juga tak semua orang yang ingin masuk untuk berjalan.
Ada juga kalanya, lanjut komen akun tersebut, pembeli bisa instan dengan melakukan pembelian di tepi jalan.
Berikut komentar lengkapnya:
kalau macam ni pak kami nyesal milih bapak saya selaku anak asli dumaiiii saya sangat kecewaaa
justru pedagang kaki lima lah yang menyemarak kan kota dumaiiiii dengan ramai nya umkm d tepi jalan orang kadang malas nak masuk ke CFN dan CFD tu pak nak parkir lagi jalan lg
klo kaki 5 kami dpt dr tepi jalan sajaaaaa coba lah baca situasi dan kondisi pakkkk
Selain itu, akun @Novi Eka Sari, ia mengungkapkan ketidaksetujuannya, karena menurutnya kondisi masih aman serta tidak membuat macet.
Berikut komentar lengkapnya:
Wak jie pais kurang setuju dgn peraturan pkl sejauh ini aman2 utk yg d sudirmsn n sultan syarif kasim tdk membuat macet jalanan
Kecuali suda.menimbul.ksn kemacetan
Mati lah pencarian org pak betambah kejahtan pencurian perampokan pembunuhan di dumai ni dh mencari kerjo payah
Ni nak bejuaaaalannnn pun payah pak..
Kdang blm tentu yg bejualan d pinggir jalan tu laku pak syukur untung kadang modal tk balek pak
Tlg d d pertimbang kan lg pak bejualan d pinggir tu tdk utk kayo pak tp utk kebutuhan sehari2 ny wak jie pais
Tks Wak Jie Paisal
Senada dengan itu, akun @Lian juga mengungkapkan bahwasanya PKL tidak meminta makan dengan pemerintah, ia meminta jika pemerintah tidak bisa membantu, maka jangan mengganggu.
Berikut komentar lengkapnya:
sudahlah jgn ganggu pedagang kaki lima selagi mereka tak minta makan sama kalian,mereka cuma numpang cari makan,kalian yg dah beseragam ni sedap ada gaji bulanan sedangkan yg bejualan ni tak bejualan tak makan,lagian kalau di pindahkan juga apa ada yg jamin dagangan mereka laku seperti di tmpat mereka berjualan sebelumnya,jadi tolonglah kalau tak bisa membantu jgn mengganggu dan selagi mereka tak mengusik jgn di usik 🙏🏻🙏🏻
Ada juga akun @Andik War, ia bahkan meyakini jika kebijakan ini dilakukan oleh H Paisal pada periode pertama, maka sulit bagi H Paisal untuk bisa jadi 2 periode.
Berikut komentar lengkapnya:
Oalah 🤦🤦
Tau sendiri lah ya kan
Soalnya ga bisa 3 periode 🤣
Jadi gak apa apa keliatan wujud aslinya 🤣
Kalau periode sebelumnya di buat ke gini mana bisa 2 periode Yo wak🤣
Selain yang tidak menyetujui, terlihat juga komentar netizen yang menyetujui kebijakan tersebut, bahkan sudah lama menunggu dan ingin melihat Dumai tertata dengan rapi.
Salah satunya akun @Drama Pendek, berikut komentar lengkapnya:
Alhamdulillah wak ji jugo mendengo isi hati ku selamo ini terpendam, bukan nyo mennganggu rezeki oghang tapi demi keindahan kota dumai.
Bio lah kalau nak cari makanan agak jauh sedikit yg penting dumai rapi dan tertata indah
Selain itu, juga akun @Rierie Dumai, ia mendukung kebijakan tersebut bahkan meminta penegakan Perda dilakukan secara keseluruhan, tidak hanya di Sudirman dan SS Kasim.
Berikut komentar lengkapnya:
Tolong tertib kan juga pedagang yg memakan jalan di pasar bundaran, jalan lebar makin lama makin mengecik , pedagang berlomba2 memajukn meja dagangan ke tengah jalan, pdahal itu jalan umum buat warga melintas, udh jalan sempit, baru beo2 nutupi lobang jalan, udh banyak korban ibu2 jatuh tunggal Kat batu tu
Sumber: Tribunriau
Editor: Redaksi








