Wadir I Polbeng Buka dan Lepas Parade Budaya Nusantara, Implementasi Nyata Projek MKWK Peringati Hari Bhayangkara 2026, Ratusan Peserta Ikuti Fun Run 8K Polres Bengkalis LEDSA Polbeng Bekali Mahasiswa dan Pelajar Hadapi Dunia Kerja Melalui Seminar Speaking for Workplace Maksimalkan Kesiapan Kafilah Jelang MTQ Riau, LPTQ Bengkalis Gelar Pemantapan Terpusat Angin Puting Beliung Terjang Desa Buruk Bakul, Satu Rumah Mengalami Kerusakan   Terobosan Baru di Tengah Efisiensi Anggaran, Dinas Perikanan Bengkalis Gelar Pembinaan Mutu Interaktif Melalui Zoom Meeting

Berita

Petugas Bandara SSK II Pekanbaru Gagalkan Penyeludupan 22 Anak Buaya

badge-check


					Anak buaya muara yang gagal diselundupkan melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. (Foto: Dok BBKSDA Riau) Perbesar

Anak buaya muara yang gagal diselundupkan melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. (Foto: Dok BBKSDA Riau)

PEKANBARU, Beritapojok.com –  Petugas di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru gagalkan penyelundupan puluhan anak buaya muara asal Riau. Penyelundupan satwa dilindungi itu akan diterbangkan ke Jakarta melalui jasa ekspedisi dan terpantau mesin x-ray.

Puluhan ekor anak buaya muara itu kemudian diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Sayangnya, tujuh anak ekor buaya mati karena dibekukan pelaku yang masih belum diketahui.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono menyebut, ada 22 ekor anak buaya yang diselundupkan. Berdasarkan resi pengiriman Tiki, pengirim satwa itu berasal dari Bengkalis dengan tujuan Jakarta.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau terkait penyelundupan anak buaya muara ini. Berdasarkan penelusuran, alamat pengirim tidak sesuai dengan lokasi yang didatangi petugas.

“Setelah dicek ternyata alamat pengirim itu dari Kabupaten Siak, orangnya juga tidak sesuai,” ujar Suharyono, Kamis siang.

Petugas kemudian menelusuri alamat penerima di Jakarta dan juga menemukan ketidaksesuaian antara alamat yang tertera dengan yang dituju.

“Ternyata penerimanya perorangan, bukan nama yang tertera di tujuan pengiriman,” jelas Suharyono.

Suharyono menyebut, anak buaya yang masih hidup sempat mendapatkan perawatan di klinik BBKSDA Riau. Sementara anak buaya yang mati karena dibekukan juga dititip di lokasi serupa. Setelah kondisi anak buaya hidup stabil, petugas melepasliarkannya ke habitat.

Suharyono berharap, anak buaya itu tidak berhubungan lagi dengan manusia. “Pelepasan dilakukan di salah satu lokasi konservasi BBKSDA Riau,” pungkasnya. (***)

 

Sumber: Liputan6.com

Baca Lainnya

Wadir I Polbeng Buka dan Lepas Parade Budaya Nusantara, Implementasi Nyata Projek MKWK

21 Juni 2026 - 15:51 WIB

Peringati Hari Bhayangkara 2026, Ratusan Peserta Ikuti Fun Run 8K Polres Bengkalis

21 Juni 2026 - 09:51 WIB

LEDSA Polbeng Bekali Mahasiswa dan Pelajar Hadapi Dunia Kerja Melalui Seminar Speaking for Workplace

21 Juni 2026 - 03:49 WIB

Maksimalkan Kesiapan Kafilah Jelang MTQ Riau, LPTQ Bengkalis Gelar Pemantapan Terpusat

20 Juni 2026 - 21:47 WIB

Terobosan Baru di Tengah Efisiensi Anggaran, Dinas Perikanan Bengkalis Gelar Pembinaan Mutu Interaktif Melalui Zoom Meeting

20 Juni 2026 - 15:44 WIB

Trending di Bengkalis