Datang di Jumat Berkah, Wapres Gibran Serap Aspirasi Masyarakat Rohil, M.Maliki Beri Apresiasi BRI Bagansiapiapi Dorong UMKM Gunakan QRIS, Wujudkan Ekonomi Digital Riau Apical Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis bagi Masyarakat Sungai Sembilan Bupati Bengkalis Raih Penghargaan Pengelolaan JDIHN Terbaik Kedua Tingkat Provinsi Riau Bengkalis Durian Fest 2026, Wujud Nyata 27 Peserta Kafilah Bengkalis Tampil di Hari Pertama MTQ ke-44 Riau

Berita

Petugas Bandara SSK II Pekanbaru Gagalkan Penyeludupan 22 Anak Buaya

badge-check


					Anak buaya muara yang gagal diselundupkan melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. (Foto: Dok BBKSDA Riau) Perbesar

Anak buaya muara yang gagal diselundupkan melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. (Foto: Dok BBKSDA Riau)

PEKANBARU, Beritapojok.com –  Petugas di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru gagalkan penyelundupan puluhan anak buaya muara asal Riau. Penyelundupan satwa dilindungi itu akan diterbangkan ke Jakarta melalui jasa ekspedisi dan terpantau mesin x-ray.

Puluhan ekor anak buaya muara itu kemudian diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Sayangnya, tujuh anak ekor buaya mati karena dibekukan pelaku yang masih belum diketahui.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono menyebut, ada 22 ekor anak buaya yang diselundupkan. Berdasarkan resi pengiriman Tiki, pengirim satwa itu berasal dari Bengkalis dengan tujuan Jakarta.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau terkait penyelundupan anak buaya muara ini. Berdasarkan penelusuran, alamat pengirim tidak sesuai dengan lokasi yang didatangi petugas.

“Setelah dicek ternyata alamat pengirim itu dari Kabupaten Siak, orangnya juga tidak sesuai,” ujar Suharyono, Kamis siang.

Petugas kemudian menelusuri alamat penerima di Jakarta dan juga menemukan ketidaksesuaian antara alamat yang tertera dengan yang dituju.

“Ternyata penerimanya perorangan, bukan nama yang tertera di tujuan pengiriman,” jelas Suharyono.

Suharyono menyebut, anak buaya yang masih hidup sempat mendapatkan perawatan di klinik BBKSDA Riau. Sementara anak buaya yang mati karena dibekukan juga dititip di lokasi serupa. Setelah kondisi anak buaya hidup stabil, petugas melepasliarkannya ke habitat.

Suharyono berharap, anak buaya itu tidak berhubungan lagi dengan manusia. “Pelepasan dilakukan di salah satu lokasi konservasi BBKSDA Riau,” pungkasnya. (***)

 

Sumber: Liputan6.com

Baca Lainnya

BRI Bagansiapiapi Dorong UMKM Gunakan QRIS, Wujudkan Ekonomi Digital Riau

14 Juli 2026 - 11:19 WIB

Apical Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis bagi Masyarakat Sungai Sembilan

10 Juli 2026 - 12:48 WIB

Bupati Bengkalis Raih Penghargaan Pengelolaan JDIHN Terbaik Kedua Tingkat Provinsi Riau

8 Juli 2026 - 17:28 WIB

Bengkalis Durian Fest 2026, Wujud Nyata

8 Juli 2026 - 11:27 WIB

27 Peserta Kafilah Bengkalis Tampil di Hari Pertama MTQ ke-44 Riau

30 Juni 2026 - 04:32 WIB

Trending di Bengkalis