Perjalanan Panjang Dedy Aprianto Tampubolon, Wisudawan Terbaik Magister Sains dari Riau   Sinergitas Lintas Sektoral, Camat Bukit Batu Pimpin Gotong Royong Bersihkan Lingkungan di Wilayah Kelurahan Sungai Pakning Bupati Kasmarni Sambut Kajati Riau dengan Prosesi Adat Melayu, Teguhkan Jati Diri Negeri Junjungan Sarman Syahroni Dilantik Bupati Rohil H.Bistamam Sebagai Sekda Turnamen Futsal TUFFU CUP I Resmi Dibuka, 33 Tim dari Tiga Kecamatan Bersaing di Bukit Batu Terkait penundaan Pilpeng Tahun 2026, Calon Penghulu 6 Desa Rapat Dengan Komisi A DPRD Rokan Hilir

Bengkalis

Perkuat Petani Sawit Swadaya Lewat Model Kelembagaan Adaptif

badge-check


					Perkuat Petani Sawit Swadaya Lewat Model Kelembagaan Adaptif Perbesar

BENGKALIS – Dua orang guru besar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI), Prof. Dr. Zaili Rusli dan Prof. Dr. Seno Andri, memimpin riset penting di Kabupaten Bengkalis. 

Riset yang bertemakan “Model Kelembagaan Adaptif untuk Penguatan Daya Saing dan Ketahanan Petani Swadaya Kelapa Sawit”, bertujuan untuk membantu para petani sawit swadaya agar lebih kuat dalam menghadapi tantangan pasar dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan riset ini, dua orang profesor juga menggandeng tim peneliti lainnya dari FISIP UNRI, yaitu Dr. Dadang Mashur, Dr. Zulkarnaini, Mimin Sundari Nasution dan peneliti muda Masrul Ikhsan.

Kegiatan awal riset dilakukan dengan observasi dan pengumpulan data primer serta sekunder, dimulai dari Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis.

Selain itu, tim juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan petani, kepala desa, pengurus KUD, Kepala Bidang PHP Dinas Perkebunan, Kepala UPT Pembibitan dan Pengembangan Perkebunan Kecamatan Bantan dan penyuluh pertanian setempat.

Dalam wawancara langsung, Prof. Dr. Zaili Rusli, menegaskan pentingnya riset ini untuk menciptakan perubahan nyata bagi petani.

“Petani swadaya memiliki potensi besar dalam menyumbang produksi kelapa sawit nasional. Namun, mereka masih lemah dari sisi kelembagaan dan posisi tawar. Lewat riset ini, kami ingin membangun model kelembagaan yang adaptif, yang mampu memperkuat mereka dari dalam,” ujar Prof. Zaili.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kelembagaan yang adaptif bukan hanya soal struktur formal, tetapi juga mencakup nilai-nilai gotong royong, kepercayaan sosial, dan jejaring ekonomi antar petani.

Sementara itu, Prof. Dr. Seno Andri, menambahkan tantangan petani swadaya saat ini bukan hanya pada aspek produksi, tetapi juga pada rantai distribusi dan akses ke pasar.

“Banyak petani kita masih tergantung pada tengkulak. Kita ingin hadirkan solusi kelembagaan yang bisa menjadi jembatan agar petani punya akses langsung ke pasar dan pembeli besar. Itu akan berdampak langsung pada kesejahteraan mereka,” jelas Prof. Seno.

Menurutnya, riset ini juga diharapkan bisa menjadi masukan strategis bagi pemerintah daerah, khususnya dalam perumusan kebijakan pembangunan sektor perkebunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Setelah melakukan FGD di lapangan, para peneliti juga melanjutkan kegiatan ke Bappeda Kabupaten Bengkalis, guna menyinergikan hasil temuan awal dengan rencana pembangunan daerah. Dukungan dari Bappeda menjadi penting agar hasil riset bisa ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata.

Langkah Konkret dari Akademisi untuk Petani

Riset ini menunjukkan langkah konkret dunia akademik untuk hadir langsung membantu menyelesaikan persoalan nyata masyarakat, khususnya petani kelapa sawit swadaya. 

Harapannya, model kelembagaan adaptif yang dihasilkan nanti bisa direplikasi di daerah lain di Riau, bahkan di Indonesia.

Dengan kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat petani, Kabupaten Bengkalis diharapkan bisa menjadi contoh keberhasilan transformasi kelembagaan di sektor kelapa sawit rakyat.

(diskominfotik/joekro)

Baca Lainnya

Perjalanan Panjang Dedy Aprianto Tampubolon, Wisudawan Terbaik Magister Sains dari Riau  

28 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Sinergitas Lintas Sektoral, Camat Bukit Batu Pimpin Gotong Royong Bersihkan Lingkungan di Wilayah Kelurahan Sungai Pakning

22 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bupati Kasmarni Sambut Kajati Riau dengan Prosesi Adat Melayu, Teguhkan Jati Diri Negeri Junjungan

21 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Turnamen Futsal TUFFU CUP I Resmi Dibuka, 33 Tim dari Tiga Kecamatan Bersaing di Bukit Batu

16 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Koperasi Bersama Sejahtera Madani Sukses Gelar RAT Tahun Buku 2025

22 September 2026 - 22:39 WIB

Trending di Bengkalis