Dukung Kabupaten Layak Anak, Diskominfotik Bengkalis Siapkan Sejumlah Program Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Polbeng Taja Upgrading Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas SDM UKM Olahraga Polbeng Taja Championship Kepala Puskesmas Meskom Suharsanto Tutup Usia, Dinkes Bengkalis Sampaikan Duka Mendalam Kepala UPT Puskesmas Meskom Suharsanto dan Staf Disdalduk-KB Siti Suryani Berpulang ke Rahmatullah Bupati Kasmarni Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

Berita

Penjelasan Terbaru Ismail Bolong Soal Video Setoran ke Kabareskrim

badge-check


					Ismail Bolong (Tangkapan layar video viral/Detikcom) Perbesar

Ismail Bolong (Tangkapan layar video viral/Detikcom)

Beritapojok.com- Penjelasan terbaru Ismail Bolong soal video setoran ke Kabareskrim, Komjen Agus Andrianto akhirnya membuat geger seantero nusantara.

Pasalnya, ia membuat klarifikasi mengaku ditekan Brigjen Hendra Kurniawan, yang saat itu menjabat Karo Paminal Divpropam Polri, untuk membuat video testimoni tersebut.

Video klarifikasi Ismail Bolong itu didapatkan dari Menko Polhukam Mahfud Md.

Dikutip dari Detikcom, Mahfud juga turut menyampaikan bahwa Ismail Bolong telah meralat pengakuannya menyetor Rp 6 miliar ke Kabareskrim.

“Terkait video Ismail Bolong bahwa dirinya pernah menyetor uang miliaran rupiah kepada Kabareskrim, maka setelah diributkan Ismail Bolong meralat dan mengklarifikasi,” kata Mahfud Md dikutip dari Detikcom, Minggu (6/11/2022).

Penjelasan terbaru Ismail Bolong menegaskan bahwa apa yang disampaikannya sebelumnya adalah tidak benar. Dia bahkan menegaskan tidak mengenal Kabareskrim dan juga tidak pernah memberikan uang kepada petinggi Polri itu.

Ismail Bolong mengatakan bahwa saat itu ditekan oleh Brigjen Hendra Kurniawan. Dia mengaku diancam agar memberikan testimoni terkait Kabareskrim menerima setoran uang darinya.

“Untuk memberikan testimoni kepada Kabareskrim dengan penuh tekanan dari Pak Hendra, Brigjen Hendra, pada saat itu saya berkomunikasi melalui HP anggota Paminal dengan mengancam akan dibawa ke Jakarta kalau nggak melakukan testimoni,” kata Ismail.

Ismail Bolong mengaku saat itu dirinya dibawa ke sebuah hotel di Balikpapan, Kalimantan Timur, oleh Paminal Polri. Kala itu, kata dia, dia disodori sebuah kertas yang berisikan testimoni mengenai Kabareskrim Polri dan kemudian direkam menggunakan handphone.

“Jadi saya mengklarifikasi. Saya nggak pernah memberikan uang kepada Kabareskrim apalagi pernah saya ketemu Kabareskrim,” kata Ismail.

Ismail Bolong mengaku ditelepon tiga kali oleh Brigjen Hendra Kurniawan yang saat ini duduk di kursi pesakitan lantaran didakwa menghalangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Melalui telepon itu, Ismail Bolong mengaku diminta Brigjen Hendra untuk membaca testimoni yang sudah disediakan.

“Saya ditelepon oleh pak Hendra tiga kali melalui HP salah satu HP Paminal Mabes. ‘Kamu harus bikin testimoni’ katanya. Saya tidak bisa bicara pada saat itu masih di Polda pada saat itu. Akhirnya dipindah di hotel sudah ada kertas untuk membaca,” ungkapnya.

Atas hal itu, Ismail Bolong pun menyampaikan permohonan maaf kepada Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto.

“Jadi saya mohon maaf kepada Pak Kabareskrim atas berita viral yang ada sekarang,” ucap Ismail.

Video Viral Ismail Bolong

Sebelumnya, beredar video Ismail Bolong yang mengaku menyetor uang ke Kabareskrim sebesar Rp 6 miliar beredar. Dalam video itu, Ismail Bolong mengaku bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin.

Kegiatan ilegal itu disebutnya berada di daerah Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim yang masuk wilayah hukum Polres Bontang, sejak bulan Juli tahun 2020 sampai November 2021.

Dalam kegiatan pengepulan batu bara ilegal, Ismail Bolong mengaku mendapat keuntungan sekitar Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar setiap bulannya. Ismail mengaku telah berkoordinasi dengan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan telah memberikan uang sebanyak tiga kali pada September 2021 sebesar Rp 2 miliar, Oktober sebesar Rp 2 miliar, dan November 2021 sebesar Rp 2 miliar.

Menko Polhukam mengatakan bahwa Ismail Bolong mengaku videonya itu dibuat atas tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang kala itu menjabat sebagai Karo Paminal Divpropam Polri.

“Sudah dibantah sendiri oleh Ismail Bolong. Katanya sih waktu membuatnya Pebruari 2022 atas tekanan Hendra Kurniawan. Kemudian Juni dia minta pensiun dini dan dinyatakan pensiun per 1 Juli 2022,”tuturnya.

Sumber: Detikcom
Editor: Iskandar Zulkarnain

Baca Lainnya

Dukung Kabupaten Layak Anak, Diskominfotik Bengkalis Siapkan Sejumlah Program

22 April 2026 - 16:52 WIB

Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Polbeng Taja Upgrading Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas SDM

22 April 2026 - 10:52 WIB

UKM Olahraga Polbeng Taja Championship

22 April 2026 - 04:50 WIB

Kepala Puskesmas Meskom Suharsanto Tutup Usia, Dinkes Bengkalis Sampaikan Duka Mendalam

21 April 2026 - 22:49 WIB

Kepala UPT Puskesmas Meskom Suharsanto dan Staf Disdalduk-KB Siti Suryani Berpulang ke Rahmatullah

21 April 2026 - 16:48 WIB

Trending di Bengkalis