Beritapojok.com- Pembahasan Syiah oleh netizen di media sosial Twitter kini trending topic, lalu apa itu Syiah?
Pembahasan Syiah yang trending topic itu, menurut pantauan di media sosial tersebut, berawal dari pemberitaan PBNU yang meminta pemerintah untuk melarang penyebaran Wahabi.
Dari akun yang dinilai paling banyak di komentari, @NovalAssegaf justru mempertanyakan keberadaan PBNU yang malah mendukung keberadaan Syiah dan Liberal.
“Melarang Wahabi tapi Syiah dan Liberal di dukung. Siapa sebenarnya perusak ajaran Islam saat ini?,” tulisnya seraya menautkan link berita dengan judul “Lembaga Dakwah PBNU Minta Pemerintah Larang Penyebaran Wahabi di RI”, Jumat (28/10).
Namun, tentu saja ada pro dan kontra terkait twet yang disampaikan akun @NovalAssegaf tersebut, salah satunya dari @Nayaka_Sofii.
Ia membalas twet tersebut dengan mengatakan bahwa Wahabi adalag sumber dari paham takfiri dan Khawarij.
Ia juga mengatakan bahwa Wahabi seringkali merasa paling benar, paling religius dan bahkan menyebutkan kelompok yang lain adalah nista.
“Hai @NovalAssegaf wahabi adalah sumber dari paham takfiri dan Khawarij, merasa paling benar dan merasa dia paling religius dan yg lain adalah nista. Kalo memang ada syiah biarkan dg keyakinannya selama tidak merong2 kesatuan dan perdamaian NKRI toh Iran tak akan menjajah kita,” komentnya yang menjawab pertanyaan @NovalAssegaf.
Berbeda dengan akun yang lainnya, @R4uf_8t bahkan berani mengatakan bahwa jika NU tidak di pegang oleh kiyai-kiyai murni Ahlussunnah Wal Jamaah seperti UAS, HRS, Buya Yahya, maka ia yakin organisasi umat Islam yang terbesar di Indonesia ini akan rusak.
“Selama NU tdk di pegang oleh kiyai2 yg masih murni memang ajaran Ahlu Sunnah wal jamaah sepertu UAS HRS Buya Yahya dll sy yakin organisasi ini makin rusak dan hancur dgn sendirinya,” tulisnya mengomentari.
Lalu, apa sih itu Syiah?, hingga kini ragam tanggapan dari Ulama mengenai kelompok yang satu ini.
Namun, MUI Jawa Timur sudah pernah mengeluarkan fatwa yang tertuang dalam keputusan No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang kesesatan ajaran Syiah. (red)








