Menjelang Berbuka Puasa Bersama, Danramil 05/Bukit Batu Kapten Inf Ucok Doni Samosir Berbagi Takjil Bersama Awak Media Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda, Bupati Bengkalis Buka Festival Lampu Colok 2026 Bupati Kasmarni Salurkan 50 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Kecamatan Bengkalis SPPG Kelurahan Sungai Pakning Sambut Idul Fitri dengan Santuni Puluhan Anak Yatim, Berbagi Takjil, dan Buka Puasa Bersama Bupati Bengkalis Dampingi Anggota DPR RI Dewi Juliani Serahkan Bantuan Sembako dan Pompanisasi di Kecamatan Pinggir Apical Resmikan Rumah FABA Kreasi Muda untuk Dorong Usaha Mandiri Warga Dumai

Berita

Komisi IV Berang, Data BST Inhil Sembraut

badge-check


					Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Inhil bersama Dinas Sosial Inhil. Perbesar

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Inhil bersama Dinas Sosial Inhil.

TEMBILAHAN, Beritapojok.com – Komisi IV DPRD Inhil mendesak Dinas Sosial (Dinsos) untuk mempending penyaluran dana penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap II. Hal tersebut dilakukan, dikarenakan carut marutnya data penerima bantuan yang menyebabkan polemik di masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV Samino STp, MSi, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Sosial, yang dihadiri oleh Kadis Sosial Syaifudin, Wakil Ketua Komis IV Fadli Sopyan SPdI, Sekretaris Hj Okta Hasanatan SAg dan anggota Komisi IV lainnya.

“Kita minta pending dulu penyaluran BST ini sampai datanya sudah akurat. Kalau tidak nantinya bantuan ini terus menimbulkan polemik di tengah masyarakat,”  kata Samino yang juga Ketua DPC PDIP ini.

Untuk diketahui, BST adalah bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang akan diberikan kepada masyarakat berdasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Penyaluran BST di Inhil memang menimbulkan banyak persoalan. Polemik yang muncul di tengah masyarakat yakni tidak sinkronnya data penerima yang keluar di Dinas Sosial dengan data yang diajukan oleh pihak desa/kelurahan.

“Data ini harus segera dievaluasi. Jangan sampai data yang diterima dari Pusat tidak sesuai lagi, padahal data itu dari bawah. Verifikasi yang lebih tepat itu dari RT/RW karena mereka yang tau kondisi warganya,” harapnya.

Beberapa persoalan yang diterima anggota DPRD di lapangan adalah tumpang tindih data antara penerima BST dengan PKH dan BLT hingga penerima bantuan yang  tidak tepat sasaran.

“Ada PNS yang dapat, ada juga suami istri, warga yang sudah meninggal hingga anggota dewan. Ini kan bermasalah, akhirnya RT RW didemo masyarakat. Kasian mereka,” kesal Samino.

Sementara itu Fadli Sopyan mengatakan, dari 17 ribu penerima BST yang dianggap data rill nyatanya tidak diverifikasi dengan tepat. Banyak yang tidak layak menerima malah dapat bantuan makanya jadi polemik di tengah masyarakat.

“Makanya kita meminta kepada Dinsos, mana surat yang masuk dari Kementrian Sosial dan mana surat dari kita untuk Camat terkait perbaikan dan verifikasi data terbaru penerima bantuan, sehingga
nantinya Dinsos tidak disakahkan,” ujarnya.

Polemik mengenai penerima bantuan tersebut harus ditelusuri dari akarnya, menurut Fadli, sebab setiap data yang muncul di pusat tentu ada sumber dari bawah yang menjadi acuan.

“Data ini harus segera dievaluasi. Jangan sampai data yang diterima dari Pusat tidak sesuai lagi, padahal data itu dari bawah. Verifikasi yang lebih tepat itu dari RT/RW karena mereka yang tau kondisi warganya,” harapnya. (Marbun)

Baca Lainnya

Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda, Bupati Bengkalis Buka Festival Lampu Colok 2026

17 Maret 2026 - 07:59 WIB

Bupati Kasmarni Salurkan 50 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Kecamatan Bengkalis

17 Maret 2026 - 01:58 WIB

Bupati Bengkalis Dampingi Anggota DPR RI Dewi Juliani Serahkan Bantuan Sembako dan Pompanisasi di Kecamatan Pinggir

14 Maret 2026 - 19:49 WIB

Apical Resmikan Rumah FABA Kreasi Muda untuk Dorong Usaha Mandiri Warga Dumai

14 Maret 2026 - 19:34 WIB

Waspada Penipuan Catut Nama Wabup Bagus Santoso Dalam Program Donasi dan Sedekah

14 Maret 2026 - 13:48 WIB

Trending di Bengkalis