Semarak Kemerdekaan RI ke-81, Dusun Cempaka Gelar Turnamen Mini Soccer Junior Kadus Cup III DPRD Gelar Rapat Paripurna penyampaian Jawaban pembentukan Perda Atas pandangan Fraksi-Fraksi Terhadap Usulan Ranperda Rokan Hilir Hijau Data Pemerintah Rohil Jadi Sorotan, 31 Aparatur Diuji Hadapi Ancaman Siber Keterbukaan Informasi Publik di KSOP Dumai Dipertanyakan Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka penyampaian Atas usulan Ranperda Tentang Rokan Hilir Hijau Oleh Bapemperda Rapat Paripurna DPRD Rohil Dalam Rangka Penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses Masa sidang II 2026

Berita

Insentif Kader Posyandu akan Dinaikan 250 Ribu

badge-check

Diskominfotiks Rohil – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui Dinas Kesehatan Rohil menggelar kegiatan seminar peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam penggunaan alat Antropometri KIT. Kader posyandu merupakan garda terdepan untuk meneruskan program kesehatan kepada masyarakat. Peran Kader dalam penyelenggaraan pos pelayanan terpadu menjadi hal yang penting dan strategis. Demikian dikatakan Bupati Rohil Afrizal Sintong saat menyampaikan sambutannya pada acara peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam penggunaan alat Antropometri KIT, Kamis (19/9/2024) di Lapangan Taman Budaya, Jalan Perkantoran, Batu Enam, Bagansiapiapi, Rohil, Provinsi Riau.

Posyandu terang Bupati merupakan kegiatan yang melibatkan masyarakat melalui pemberdayaan sebagai wujud pelayanan kesehatan. Di mana Kegiatan posyandu digerakkan oleh kader posyandu yang kegiatan utamanya melakukan pemantauan status gizi dan kesehatan seluruh siklus hidup. “Kader posyandu memiliki peranan yang penting untuk meningkatkan status gizi masyarakat, kelompok sasaran. Oleh karena itu, pemantauan dan pelatihan secara berkala perlu dilakukan untuk memastikan kader bekerja secara tepat dan mendapatkan informasi serta keterampilan yang akurat,” kata Afrizal Sintong.

Namun sebagai ujung tombak penggerak kesehatan di posyandu pedesaan, kader posyandu terang Bupati tidak memiliki penghasilan yang memadai. Sebagai penggerak pembangunan khususnya bidang kesehatan di wilayah pedesaan yang hanya mendapatkan insentif Rp50.000 perbulan rasanya tidak sepadan dengan tanggung jawab pekerjaannya. “Kader posyandu merupakan penggerak pembangunan bidang kesehatan di pedesaan yang mendapat insentif Rp50.000 perbulan, hal itu rasanya belum sepadan dengan beban kerjanya. Nanti akan kita upayakan insentif kader posyandu menjadi Rp250.000 perbulan. Kita akan memperhatikan masalah insentif para kader posyandu ini agar mereka lebih semangat dan giat lagi untuk beraktivitas dibidang kesehatan ini,” ungkap Bupati di iringi tepuk tangan para kader.

Selain menambah insentif para kader posyandu yang mencapai 1.900 orang ini, Pemkab Rohil akan memprogramkan hadiah umroh untuk 10 orang kader terbaik dan sudah puluhan tahun menjadi kader. “Kemaren kita sudah umrohkan 1 orang kader posyandu sebagai bentuk perhatian dan motivasi pemerintah daerah terhadap kader posyandu dan di tahun anggaran 2025 mendatang kita akan tambah jumlahnya lagi jadi 10 orang,” kata Afrizal Sintong. Tak hanya itu, dikatakan Bupati , pemerintah daerah juga akan mendaftarkan BPJS Ketenagakerjaan seluruh kader yang ada. Sehingga bila ada kader yang meningal dunia maka keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan insentif.

Selain itu, Ketua TP-PKK Rohil Ny. Sanimar Afrizal juga menyampaikan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja kader posyandu dalam era transformasi layanan primer sangat diperlukan pembinaan kualitas kader posyandu sebagai pengelolanya. “Salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki kader adalah mampu melakukan penimbangan, pengukuran panjang/tinggi badan, lingkar lengan dan lingkar kepala dengan menggunakan alat antopometri kit sesuai standar,” kata Sanimar.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Rohil, Ners. Afrida, M.Kes menyampaikan bahwa Kegiatan ini diikuti oleh 1.900 orang peserta dari kader seluruh posyandu di Kabupaten Rokan Hilir, panitia dan pihak lain yang terlibat di Kabupaten Rokan Hilir. Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Posyandu, yang berperan penting dalam mengawasi pertumbuhan anak-anak, pemantauan gizi ibu hamil, dan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat setempat. Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas kader dan pengetahuan dalam melaksanakan tugasnya. Di mana seorang kader posyandu mampu mempraktikkan/mengembangkan pengetahuannya mengenai kegiatan-kegiatan yang ada di posyandu. Mampu menggunakan alat antropometri dengan baik dan benar sehingga menghasilkan pengukuran yang akurat.

 

Rilis: Irwansyah

Editor: Mitra

Fotografer: Afandi

Sumber:Diskominfotik Rohil

Baca Lainnya

Data Pemerintah Rohil Jadi Sorotan, 31 Aparatur Diuji Hadapi Ancaman Siber

3 September 2026 - 13:07 WIB

Data Pemerintah Rohil Jadi Sorotan, 31 Aparatur Diuji Hadapi Ancaman Siber

Keterbukaan Informasi Publik di KSOP Dumai Dipertanyakan

2 September 2026 - 21:00 WIB

Keterbukaan Informasi Publik di KSOP Dumai Dipertanyakan

558 Presensi Pegawai Rohil Terdeteksi Pakai Fake GPS dan Fake Image, Ada Peringatan Keras

1 September 2026 - 16:24 WIB

558 Presensi Pegawai Rohil Terdeteksi Pakai Fake GPS dan Fake Image, Ada Peringatan Keras

Pemkab Rokan Hilir Evaluasi Penerapan Presensi dan SiPresisi, Perkuat Disiplin ASN

1 September 2026 - 16:24 WIB

558 Presensi Pegawai Rohil Terdeteksi Pakai Fake GPS dan Fake Image, Ada Peringatan Keras

Respons Cepat Kenaikan Harga Ayam, Sesuai Arahan Bupati H. Bistamam Sekda Rohil Fauzi Efrizal Pimpin Rapat TPID dan Sidak Pasar Tradisional

28 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Respons Cepat Kenaikan Harga Ayam, Sesuai Arahan Bupati H. Bistamam Sekda Rohil Fauzi Efrizal Pimpin Rapat TPID dan Sidak Pasar Tradisional
Trending di Berita