Bupati Kasmarni Safari Ramadhan Di Kecamatan Rupat, Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla Pencairan TPG Untuk Puluhan Guru SDN Non ASN di Kota Dumai Menunggu SK Walikota Safari Ramadhan Di Rupat Utara, Bupati Bengkalis Tegaskan Komitmen Bangun Wilayah Pesisir Bupati Bengkalis Hadiri 143 Tahun Vihara Cin Bu Kiong di Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara Tahun 2026, Pemko Dumai Anggarkan Rp16 M Lebih untuk Sewa Kendaraan Dinas Ini Penjelasan Kadishub Dumai Soal Pungli Parkir

Berita

Cuaca Sangat Panas, Apa Kata Pujangga Ronggowarsito tentang Embun Beku?

badge-check


					Cuaca Sangat Panas, Apa Kata Pujangga Ronggowarsito tentang Embun Beku? Perbesar

Frost yang juga disebut embun beku, bun upas, ibun, menyelimuti tanaman sayur di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, pada Agustus 2020. Pujangga Surakarta Ronggowarsito pernah membahas bun upas di karyanya, Pustaka Raja (foto: idhad zakaria/antara/republika).
Frost yang juga disebut embun beku, bun upas, ibun, menyelimuti tanaman sayur di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, pada Agustus 2020. Pujangga Surakarta Ronggowarsito pernah membahas bun upas di karyanya, Pustaka Raja (foto: idhad zakaria/antara/republika).

Bahasa Inggrisnya: frost. Di Indonesia dikenal sebagai embun beku, ibun, bun upas. Upas di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah racun dari pohon upas. upas memiliki pengembangan makna. Tidak hanya sebagai racun dari pohon upas, melainkan racun dalam pengertian untuk semua racun. Bisa ular pun disebut upas.

Oohya! Baca juga ya: Cuaca Sangat Panas, Mungkinkah pada Kemarau Nanti Muncul Lagi Fenomena Embun Beku?

Embun beku muncul di musim kemarau, pada saat siang hari cuaca sangat panas dan pada dini hari bediding atau jalad. Bediding hanya berhawa sangat dingin, sedangkan jalad berhawa sangat dingin dan bisa membekukan air. Maka, ketika dini hari jalad, embun yang menempel berbagai benda, termasuk di tanaman bisa membeku. Orang Jawa menyebutnya bun upas.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Disebut bun upas karena tanaman yang terkena bun upas akan layu atau mati. Sayuran yang terkena bun upas lantas mati. Tanaman teh yang terkena bun upas, pucuk-pucuk daunnya akan mati.


Pujangga Surakarta pernah menyinggung soal bun upas. Dalam karyanya, Pustaka Raja, Ronggowarsito menulis: kembar mekar iku sayekti isi madu; yen wus kaisen bun upas, madune yekti musna, iku tandane kembang bakal rusak. Artinya: kuntum mekar itu penuh dengan madu; jika terisi bun upas, madunya jelas hilang, itu menandakan bunga akan mati.

Priyantono Oemar



SumberRepublika.co.id

Baca Lainnya

Bupati Kasmarni Safari Ramadhan Di Kecamatan Rupat, Perkuat Ukhuwah dan Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

3 Maret 2026 - 00:27 WIB

Pencairan TPG Untuk Puluhan Guru SDN Non ASN di Kota Dumai Menunggu SK Walikota

2 Maret 2026 - 23:54 WIB

Pencairan TPG Untuk Puluhan Guru SDN Non ASN di Kota Dumai Menunggu SK Walikota

Safari Ramadhan Di Rupat Utara, Bupati Bengkalis Tegaskan Komitmen Bangun Wilayah Pesisir

2 Maret 2026 - 18:25 WIB

Bupati Bengkalis Hadiri 143 Tahun Vihara Cin Bu Kiong di Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara

2 Maret 2026 - 12:24 WIB

Tahun 2026, Pemko Dumai Anggarkan Rp16 M Lebih untuk Sewa Kendaraan Dinas

2 Maret 2026 - 11:22 WIB

Tahun 2026, Pemko Dumai Anggarkan Rp16 M Lebih untuk Sewa Kendaraan Dinas
Trending di Berita