Bahas Pengembangan Pariwisata, Disparbudpora Bengkalis Ikuti Rakor DAK di Jogyakarta

BENGKALIS – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis mengikuti  Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pariwisata Nasional, yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Yogyakarta,  dari Rabu hingga Kamis, 28-29 Februari 2024.

Rakor yang diikuti oleh Bappenas, Kemenkeu, Kemenparekraf dan 100 Kabupaten/Kota Wisata di Indonesia ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemenparekraf RI, Ni Wayan Giri Adnyani mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. 

Kepala Dinas Parbudpora Bengkalis Edi Sakura, hadir dalam Rakor tersebut didampingi Kepala Bidang Pariwisata Alwizar, dan Staf Admin DAK Riska Amelia.

Kadis Parbudpora menjelaskan bahwa dalam Rakor ini membahas tentang Rancangan Arah Kebijakan DAK 2025, Dukungan Pengembangan DAK Tematik Destinasi dalam Rancangan Teknokratik RPJMN 2025-2029, Sinkronisasi Program Prioritas Nasional Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pusat dan Daerah, Evaluasi DAK 2023, Tata Cara Penyaluran DAK 2024, Juknis DAK Fisik Bidang Pariwisata dan Juknis DAK non Fisik Pelayanan Pariwisata.

Edi Sakura juga menyebutkan bahwa Sekjen Parekraf dalam arahannya meminta agar pelaksanaan pembangunan yang bersumber DAK Bidang Pariwisata dapat mengembangkan skala prioritas kawasan pariwisata untuk mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi menjadi tumbuh secara sehat.

“Tentunya kita di daerah akan berupaya menyinkronkan DAK Bidang Pariwisata baik Fisik maupun non Fisik digunakan untuk mengembangkan destinasi prioritas dan potensial serta meningkatkan kapasitas SDM Pelaku Usaha Pariwisata,” sebut Edi Sakura.

Dari hasil Rakor ini, lanjutnya, tentunya Disparbudpora akan melaporkan kepada pimpinan, untuk menyelaraskan visi Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera.

“Tentunya di masa kepemimpinan Ibu Bupati Kasmarni dan Wakil Bupati Bapak Bagus Santoso, kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan potensi pariwisata di Kabupaten Bengkalis. Tentunya ini bagian dari langkah percepatan terwujudnya Bengkalis Bermasa,” pungkasnya Edi Sakura.

 

(diskominfotik/joekro)