Wabup Bagus Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Mahasiswa UGM akan Laksanakan Program KKN-PPM di Tiga Desa, Kecamatan Bantan HMTS Polbeng Taja Lomba Catur dan Solo Song Sinergi Polri dan Petani Berbuah Manis, Jagung Hibrida Panen Melimpah di Batang Duku Bingkai Semangat PKM 2026 Lewat Karya Kreatif, UKM Jurnalistik Cendekia Polbeng Gelar KVKL 2026 PGRI Ranting III Kecamatan Bukit Batu Resmi Dilantik, Siap Bawa Semangat Baru Masa Bakti 2025–2030  

Berita

Video Kekejian KKB Bantai Sejumlah Warga Beredar di Medsos

badge-check


					Tangkapan layar dari salah satu video yang beredar di media sosial. Perbesar

Tangkapan layar dari salah satu video yang beredar di media sosial.

Beritapojok.com – Video kekejian Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) membantai sejumlah warga beredar di media sosial (medsos).

Dari beberapa informasi yang melekat di video kekejian KKB itu, diketahui terjadi di pegunungan Bintang, Papua.

Video tersebut mendapat kecaman keras dari Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM).

Dikutip dari politik.rmol.id, video kekejian KKB yang membantai masyarakat sipil bukan hanya 1 yang beredar.

Baca Juga: Diserang Kelompok Bersenjata, Satu Prajurit TNI Gugur Dalam Tugas Misi Perdamaian PBB

Dalam video, salah satu anggota KKB tampak memegang bendera bintang kejora.

Sementara warga yang menjadi korban terlihat bercucuran darah dan ada yang sudah tergeletak tak berdaya.

Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule menyebut aksi itu sebagai tindakan biadab yang tidak bisa dimaafkan.

Menurutnya, negara wajib memberi respons keras atas kebiadaban tidak berperikemanusiaan tersebut.

“Biadab! Negara tak boleh kompromi dengan teror. Negara tak boleh kalah dengan teror,” tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (13/12).

Diingatkan Iwan Sumule, negara bisa melakukan respons keras memburu para KKB tersebut.

Penggunaan senjata bahkan diperbolehkan oleh dunia internasional untuk membasmi gerakan separatis yang sudah kelewat batas hingga merenggut nyawa rakyat.

“Jangan biarkan setetespun darah warga negara tumpah dalam menjaga kedaulatan negara,” tekannya.

Peristiwa ini sendiri terjadi pada Senin lalu (5/12), di mana ada 3 tukang ojek yang meninggal usai pembantaian itu.

Tudingan KKB bahwa yang dibunuh adalah anggota intelijen juga sudah dibantah oleh aparat.

Editor: Is

Baca Lainnya

Wabup Bagus Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

1 Juni 2026 - 14:18 WIB

Mahasiswa UGM akan Laksanakan Program KKN-PPM di Tiga Desa, Kecamatan Bantan

1 Juni 2026 - 02:16 WIB

HMTS Polbeng Taja Lomba Catur dan Solo Song

31 Mei 2026 - 02:12 WIB

Sinergi Polri dan Petani Berbuah Manis, Jagung Hibrida Panen Melimpah di Batang Duku

30 Mei 2026 - 20:10 WIB

Bingkai Semangat PKM 2026 Lewat Karya Kreatif, UKM Jurnalistik Cendekia Polbeng Gelar KVKL 2026

30 Mei 2026 - 14:09 WIB

Trending di Bengkalis