Tak Menunggu Esok, Camat dan Stakeholder Bandar Laksamana Gerak Cepat Tangani Korban Puting Beliung Camat Bandar Laksamana Pimpin Rapat Darurat Atas Rusaknya Gedung SMPN 1 Akibat Terjangan Puting Beliung Kapolsek Bukit Batu Kunjungi Ladang Cabai di Desa Pangkalan Jambi LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu Guru Besar di Universiti Brunei Darussalam asal Bengkalis Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Batu Tinjau Ternak Kambing di Desa Pangkalan Jambi

Berita

Video Kekejian KKB Bantai Sejumlah Warga Beredar di Medsos

badge-check


					Tangkapan layar dari salah satu video yang beredar di media sosial. Perbesar

Tangkapan layar dari salah satu video yang beredar di media sosial.

Beritapojok.com – Video kekejian Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) membantai sejumlah warga beredar di media sosial (medsos).

Dari beberapa informasi yang melekat di video kekejian KKB itu, diketahui terjadi di pegunungan Bintang, Papua.

Video tersebut mendapat kecaman keras dari Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM).

Dikutip dari politik.rmol.id, video kekejian KKB yang membantai masyarakat sipil bukan hanya 1 yang beredar.

Baca Juga: Diserang Kelompok Bersenjata, Satu Prajurit TNI Gugur Dalam Tugas Misi Perdamaian PBB

Dalam video, salah satu anggota KKB tampak memegang bendera bintang kejora.

Sementara warga yang menjadi korban terlihat bercucuran darah dan ada yang sudah tergeletak tak berdaya.

Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule menyebut aksi itu sebagai tindakan biadab yang tidak bisa dimaafkan.

Menurutnya, negara wajib memberi respons keras atas kebiadaban tidak berperikemanusiaan tersebut.

“Biadab! Negara tak boleh kompromi dengan teror. Negara tak boleh kalah dengan teror,” tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (13/12).

Diingatkan Iwan Sumule, negara bisa melakukan respons keras memburu para KKB tersebut.

Penggunaan senjata bahkan diperbolehkan oleh dunia internasional untuk membasmi gerakan separatis yang sudah kelewat batas hingga merenggut nyawa rakyat.

“Jangan biarkan setetespun darah warga negara tumpah dalam menjaga kedaulatan negara,” tekannya.

Peristiwa ini sendiri terjadi pada Senin lalu (5/12), di mana ada 3 tukang ojek yang meninggal usai pembantaian itu.

Tudingan KKB bahwa yang dibunuh adalah anggota intelijen juga sudah dibantah oleh aparat.

Editor: Is

Baca Lainnya

Tak Menunggu Esok, Camat dan Stakeholder Bandar Laksamana Gerak Cepat Tangani Korban Puting Beliung

8 Juni 2026 - 08:47 WIB

LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu

6 Juni 2026 - 14:40 WIB

Guru Besar di Universiti Brunei Darussalam asal Bengkalis

5 Juni 2026 - 20:36 WIB

Polres Bengkalis Konsisten Dukung Ketahanan Pangan, Lahan Jagung Petani Jadi Fokus Pembinaan

4 Juni 2026 - 20:32 WIB

Sekda Bengkalis Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026

4 Juni 2026 - 14:31 WIB

Trending di Bengkalis