Putri Ketua Aliansi Wartawan Mandiri Kabupatan Bengkalis Resmi Menikah, di Hadiri Tokoh dan Rekan Sejawat Wabup Bagus Santoso Hadiri RUPS BRK Syariah 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Bengkalis Tingkatkan Estetika dan Keamanan Kota, Diskominfotik Bengkalis Bersama ISP Tinjau Titik Target Perapian Kabel FO Gebyar Tax Award Pajak Daerah Tahun 2025 di Desa Sepahat Berlangsung Meriah   Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Bupati Bengkalis Hadiri Forum Konsultasi Publik Polres Bengkalis Berikut 215 Nama Kepala Sekolah yang Dilantik Bupati Bengkalis

Berita

Siti Zuhro Sebut 2020 Politik Indonesia Memasuki Masa Suram

badge-check


					Pengamat Politik LIPI, Siti Zuhro Perbesar

Pengamat Politik LIPI, Siti Zuhro

JAKARTA, Beritapojok.com – Siti Zuhro, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut pemerintah perlu mengambil langkah serius dan fundamental memasuki tahun 2020. Siti mengakui ketimpangan ekonomi dan kemiskinan menjadi masalah yang perlu segera diselesaikan.

Hal tersebut disampaikannya saat mengisi acara Outlook Ekonomi Politik Indonesia 2020 di kawasan Menteng Jakarta, Minggu (29/12/2019).

“Ke depan akan suram (gloomy), kita harus mengatakan itu terutama kalau berkaitan dengan politik,” ucap Siti dikutip dari Antara.

Permasalahan Indonesia sejatinya bukanlah radikalisme. Ia menekankan pokok persoalan terjadinya gejolak yang terjadi belakangan ini adalah persoalan ketimpangan sosial akibat stagnasi perekonomian global yang serius.

“Pada intinya, kita mengalami ketimpangan sosial ekonomi yang sangat serius. Permasalahan di Indonesia bukan radikalisme,” tegas Siti Zuhro.

Siti melihat ada ketidakadilan ekonomi yang dirasakan oleh penduduk Indonesia. Dia menjelaskan mengenai angka kemiskinan dan pengangguran yang masih signifikan.

“Tidak jauh dari Ibu Kota Negara ini (Jakarta), yaitu di Provinsi Banten. Penganggurannya paling tinggi. Pastinya kemiskinan demikian juga,” kata dia.

Menurutnya, ke depan yang harus dipikirkan pemerintah adalah bagaimana mengentaskan kemiskinan. Hal ini penting, ujar dia, supaya disharmoni di tengah masyarakat juga terobati.

Sebaliknya, menurut dia, konsep politisasi radikalisme dan politik identitas harus dihilangkan agar arah permasalahan yang sebenarnya tidak menjadi kabur.

“(Masyarakat) kita tidak mau dibawa ke alam politisasi radikalisme dan politik identitas. Sebab pemilu sudah usai dan pak Joko Widodo (Jokowi) sudah mengatakan itu,” ujar Siti.

Siti menilai pemerintah sedang membangun kebijakan ke arah domestik agar wajah Indonesia cantik terlihat ke luar negeri. Oleh karena itu, kata dia, sebetulnya politisasi radikalisme dan politik identitas menimbulkan pertanyaan mendasar apakah itu relevan dengan keputusan politik yang dicanangkan pemerintah.(***)

 

Sumber: cnnindonesia

Baca Lainnya

Wabup Bagus Santoso Hadiri RUPS BRK Syariah 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Bengkalis

10 Juni 2026 - 02:54 WIB

Tingkatkan Estetika dan Keamanan Kota, Diskominfotik Bengkalis Bersama ISP Tinjau Titik Target Perapian Kabel FO

9 Juni 2026 - 20:53 WIB

Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Bupati Bengkalis Hadiri Forum Konsultasi Publik Polres Bengkalis

9 Juni 2026 - 14:52 WIB

Berikut 215 Nama Kepala Sekolah yang Dilantik Bupati Bengkalis

9 Juni 2026 - 08:51 WIB

Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB

9 Juni 2026 - 02:50 WIB

Trending di Bengkalis