Pemkab Bengkalis Bersama Awak Media Ikuti Peringatan Hari Pers Nasional di Banten Pulau Bengkalis Jadi Ruang Belajar Konservasi Mangrove Nasional dan Global Relokasi PKL di Dumai, Wako Paisal Diminta Ingat Janji Kampaye Musrenbang Bathin Solapan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Menuju Arah Pembangunan 2027 Camat Bantan Sambut Hangat, Kedatangan Rombongan GMA Indonesia Chapter antar Negara di Teluk Pambang Munajat Mintakan Hujan, SDS IT Ibu Harapan Bengkalis Laksanakan Sholat Istisqo

Bengkalis

Selain Wisata Mangrove, Desa Kelapapati Punya Spot Pancing Lokal yang Aman dan Nyaman

badge-check


					Selain Wisata Mangrove, Desa Kelapapati Punya Spot Pancing Lokal yang Aman dan Nyaman Perbesar

BENGKALIS – Desa Kelapapati resmi menyediakan spot pancing, sebagai upaya mendukung aktivitas pemancing lokal sekaligus memperkuat pelestarian ekosistem pesisir. 

Spot pancing ini juga sediakan gazebo yang nyaman diberi nama “Spot Pancing Bima Polbeng Paghet Seghagah”. Beralamat Jalan Kelapapati Laut, atau dikenal Wisata Mangrove Desa Kelapapati.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan tempat yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang selama ini memancing di kawasan pesisir dan tepi sungai dengan kondisi yang kurang layak.

Pembina Mangrove Paghet Seghagah, Rio Fernandes mengatakan bahwa pembukaan spot pancing tersebut menjadi solusi bagi para pemancing agar tidak lagi memancing di lokasi yang berlubang dan berisiko. 

Selain menunjang hobi masyarakat, kawasan ini juga terintegrasi dengan upaya pelestarian mangrove Paghet Seghagah sebagai penyangga ekosistem pesisir.

“Kami berharap para pemancing di Desa Kelapapati bisa menyalurkan hobi dengan lebih aman dan nyaman, tidak lagi memancing di lokasi yang berlubang dan berisiko. Selain itu, kawasan ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian mangrove Paghet Seghagah yang selama 15 tahun terakhir menunjukkan pemulihan ekosistem yang cukup positif,” ungkap Rio Fernandes, Kamis 8 Januari 2026.

Rio menjelaskan, meskipun di beberapa titik masih terjadi erosi atau pengikisan tanah, kondisinya tergolong ringan. 

Dampak abrasi lebih terlihat di bagian depan pantai yang memiliki permukaan lebih tinggi, terutama akibat kerusakan pada dinding penahan tanah di sejumlah titik.

Namun demikian, hasil rehabilitasi kawasan daratan selama kurang lebih 15 tahun terakhir mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. 

Proses sedimentasi yang terjadi secara alami membuat permukaan tanah semakin stabil dan merata, menandakan adanya peningkatan kualitas lingkungan dan pemulihan ekosistem mangrove di kawasan tersebut.

Peresmian spot pancing ini dilakukan pada tanggal 16 Desember 2025 lalu yang dihadiri Sekretaris Desa Kelapapati Edy Firdaus, Direktur Pak Johny Custer dan Pembina Mangrove Paghet Seghagah, Rio Fernandes.

Ketua Jurusan Teknik Sipil serta Ketua Tim Pengabdian Hendra Saputra, dan sejumlah Dosen Politeknik Negeri Bengkalis.#DISKOMINFOTIK.

(diskominfotik/joekro)

Baca Lainnya

Pemkab Bengkalis Bersama Awak Media Ikuti Peringatan Hari Pers Nasional di Banten

9 Februari 2026 - 16:41 WIB

Pulau Bengkalis Jadi Ruang Belajar Konservasi Mangrove Nasional dan Global

8 Februari 2026 - 16:36 WIB

Relokasi PKL di Dumai, Wako Paisal Diminta Ingat Janji Kampaye

7 Februari 2026 - 19:16 WIB

Musrenbang Bathin Solapan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Menuju Arah Pembangunan 2027

7 Februari 2026 - 04:29 WIB

Camat Bantan Sambut Hangat, Kedatangan Rombongan GMA Indonesia Chapter antar Negara di Teluk Pambang

6 Februari 2026 - 22:28 WIB

Trending di Bengkalis