Menjelang Berbuka Puasa Bersama, Danramil 05/Bukit Batu Kapten Inf Ucok Doni Samosir Berbagi Takjil Bersama Awak Media Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda, Bupati Bengkalis Buka Festival Lampu Colok 2026 Bupati Kasmarni Salurkan 50 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Kecamatan Bengkalis SPPG Kelurahan Sungai Pakning Sambut Idul Fitri dengan Santuni Puluhan Anak Yatim, Berbagi Takjil, dan Buka Puasa Bersama Bupati Bengkalis Dampingi Anggota DPR RI Dewi Juliani Serahkan Bantuan Sembako dan Pompanisasi di Kecamatan Pinggir Apical Resmikan Rumah FABA Kreasi Muda untuk Dorong Usaha Mandiri Warga Dumai

Featured

Prabowo Akan Bertemu Menhan Filipina Bahas WNI Tawanan Abu Sayyaf

badge-check


					Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto ketika diwawancara.(Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) Perbesar

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto ketika diwawancara.(Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

JAKARTA, Beritapojok.com – Untuk membahas soal penculikan yang dilakukan oleh Abu Sayyaf terhadap warga negara Indonesia, sekaligus membahas soal satu orang WNI yang kini masih menjadi tawanan di wilayah Filipina Selatan. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Filipina dalam waktu dekat.

Prabowo juga ingin membahas soal tindak lanjut pencegahan terjadinya penawanan-penawanan terhadap WNI, khususnya para nelayan yang memang sering melaut ke wilayah perairan Filipina.

“Pak Prabowo akan bertemu dengan Menhan Filipina di Manila beberapa hari ke depan untuk membahas itu,” kata Dahnil kepada wartawan melalui pesan singkat, Selasa (24/12/2019).

Hal ini juga akan dibahas oleh Prabowo dengan pihak Malaysia agar tak ada penculikan terhadap nelayan Indonesia saat melaut ke wilayah perbatasan Malaysia.

“Sekaligus berterima kasih karena telah membantu pembebasan 2 orang nelayan Indonesia. Juga bicara soal langkah pencegahan agar penculikan tidak lagi terulang. Termasuk bicara dengan Malaysia,” kata dia.

Sebelumnya, Pasukan Filipina berhasil menyelamatkan dua pelaut Indonesia berinisial SM dan ML yang diculik kelompok Abu Sayyaf pada Minggu pagi (22/12/2019).

Dua orang ini termasuk di antara tiga pelaut Indonesia yang diculik oleh kelompok Abu Sayyaf pada September lalu di perairan Malaysia di dekat ujung selatan Mindanao, Filipina.

Penyanderaan tiga nelayan itu diketahui publik lewat sebuah video di Facebook. Dalam video itu, para nelayan mengirim pesan agar Jokowi membebaskan mereka dengan membayar tebusan.

Tiga WNI itu bernama Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27), dan Samiun Maneu (27).

Ketiganya diculik kelompok teroris saat sedang melaut dan memancing udang di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah. Insiden itu terjadi pada 24 September 2019.

“Kami bekerja di Malaysia. Kami ditangkap kelompok Abu Sayyaf pada 24 September 2019. Kami harap bos kami bantu kami untuk bebaskan kami,” kata Samiun menggunakan bahasa Indonesia dalam video tersebut.(***)

Sumber : cnnindonesia.com

Baca Lainnya

Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda, Bupati Bengkalis Buka Festival Lampu Colok 2026

17 Maret 2026 - 07:59 WIB

Bupati Kasmarni Salurkan 50 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Kecamatan Bengkalis

17 Maret 2026 - 01:58 WIB

Bupati Bengkalis Dampingi Anggota DPR RI Dewi Juliani Serahkan Bantuan Sembako dan Pompanisasi di Kecamatan Pinggir

14 Maret 2026 - 19:49 WIB

Apical Resmikan Rumah FABA Kreasi Muda untuk Dorong Usaha Mandiri Warga Dumai

14 Maret 2026 - 19:34 WIB

Waspada Penipuan Catut Nama Wabup Bagus Santoso Dalam Program Donasi dan Sedekah

14 Maret 2026 - 13:48 WIB

Trending di Bengkalis