Beritapojok.com- Puluhan papan bunga ucapan selamat sebagai Ketua Umum PBNU terpilih berjejer di deretan sekitaran Jalan Universitas Lampung.
Padahal, belum ada jadwal resmi pemilihan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-34 itu.
Dalam ucapan selamat itu, tertulis Selamat untuk KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU terpilih.
Dalam pantauan di lapangan, beberapa pengirim papan bunga ucapan selamat kepada Said Aqil Siradj di antaranya dari Ketua PWNU Nusa Tenggara Barat (NTB), Ketua PWNU Sulawesi Selatan, Ketua PWNU Jawa Timur Ketua PWNU Jawa Tengah, dan Ketua PWNU Aceh.
Informasi yang berhasil di rangkum, dalam Muktamar NU ke 34 ini, terdapat dua bakal calon Ketua Umum PBNU periode mendatang, KH. Said Aqil Siroj dan Yahya Cholil Staquf.
“Rencananya pemilihan ahlul halli wal aqdi (Ahwa), akan di laksanakan di Unila setelah Salat Magrib hingga pukul 20.30 WIB, dengan cara musyawarah mufakat. Setelah itu di lanjutkan pemilihan Ketua umum PBNU dengan cara voting,” kata Yasrul Hana.
Rais Aam PBNU Terpilih
Keputusan pemilihan Rais Aam di ambil oleh sembilan ahlul halli wal ‘aqdi (ahwa) dalam Muktamar NU yang di gelar di Lampung pada Kamis malam, 23 Desember 2021.
Rais Aam PBNU Terpilih periode 2021-2026 secara resmi yaitu Miftachul Akhyar.
“Kami semua sependapat. Tak ada perbedaan pendapat. Kami sepakat dengan musyawarah untuk jadi Rais Aam Al Mukaram KH Miftachul Akhyar,” ujar salah satu anggota ahwa, Zainal Abidin, saat membacakan hasil ahwa.
Miftachul merupakan Rais Aam PBNU inkumben. Namun ia bukan terpilih langsung di Muktamar ke-33 NU di Jombang pada 2015. Ia naik menjadi Rais Aam setelah Rais Aam terpilih, yakni Ma’ruf Amin mundur dari jabatannya karena terpilih menjadi Wakil Presiden RI.
Zainal mengatakan rapat ahwa di pimpin Ma’ruf Amin. Meski Ma’ruf sempat menolak, namun seluruh anggota ahwa lain bersikukuh meminta Ma’ruf memimpin musyawarah tertutup tersebut.
Zainal menuturkan ada salah satu anggota ahwa berpendapat agar Rais Aam PBNU terpilih tidak rangkap jabatan di organisasi yang lain. Hal itu kemudian di setujui oleh semua anggota ahwa. Rais Aam PBNU di minta fokus pada pengembangan dan pembinaan Nahdlatul Ulama ke depan.
“Kami berdialog dengan rais aam terpilih, dia bilang sami na waato na (ikut dan patuh),” kata Zainal.
Hal kedua yang di minta dari anggota ahwa ialah agar Rais Aam PBNU terpilih untuk menerima semua bakal calon Ketua Tanfidziah alias Ketua Umum PBNU. Apalagi jika nanti ada lebih dari satu calon yang memenuhi syarat. “Beliau kembali berkata samina waato na,” kata Zainal. *








