Laka Kerja di PT IBP Dumai, Nyawa Seorang Karyawan Melayang

Ilustrasi kecelakaan kerja.(net)
Ilustrasi kecelakaan kerja.(net)

DUMAI, Beritapojok.comKecelakaan kerja (Laka Kerja) kembali terjadi di kawasan operasional PT Inti Benua Perkasatama (IBP), Lubuk Gaung, Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Bahkan laka kerja kali ini mengakibatkan nyawa seorang pekerja melayang. Berdasarkan informasi yang diterima awak media, korban diketahui meninggal pada Sabtu lalu, 01 Februari 2020.

Korban diketahui berinisial YN warga Jakolin, Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan.

Namun hingga saat ini media belum mengetahui pasti penyebab kematian YN.

GM PT IBP Dumai, Melong ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut enggan memberikan keterangan. Ia menyarankan agar awak media menghubungi bagian Humas perusahaan.

“Hubungi Sormin pak,” jawab Melong singkat melalui telepon selulernya.

Namun Sormin selaku Humas PT IBP Dumai belum bisa dihubungi hingga berita ini diposting, baik itu melalui telepon seluler maupun pesan singkatnya.

Sementara itu, Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudhistira membenarkan peristiwa tersebut. Hanya saja ia enggan berkomentar banyak terkait kasus yang menimpa korban.

Baca juga:   Konferensi Pers Polda Riau Terkait Pengungkapan 94 Kg Shabu dan 22 Ribu Ekstasi

“Benar pak…namun yang bisa memberikan keterangan itu adalah pihak KSKP (Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan),” ucap Kapolres singkat.

Sedangkan saat awak media menghubungi Kepala KSKP Dumai, AKP Sahala pun tidak menampik.

“Benar pak.. tapi hingga saat ini kita masih mendalami kasus yang menimpa korban. Kita sedang melakukan pengembangan untuk mendapatkan informasi kronologi kejadian tersebut,” tuturnya.

Tentu saja hal ini menjadi tanda tanya di kalangan wartawan. Salah satunya Faisal Arif yang merupakan Ketua Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Kota Dumai.

Menurut dia, seharusnya perusahaan tidak menutupi kejadian ini dari media, agar tidak terjadinya simpang siur di kalangan masyarakat.

“Kita melihat kejadian ini minim informasi, terlebih lagi pihak perusahaan yang enggan menjawab konfirmasi rekan-rekan wartawan. Agar pemberitaan ini berimbang,” tutup Arif dengan sedikit kecewa.(tim)