Beritapojok.com – Korupsi anggaran di salah satu Kementerian Republik Indonesia akan dibongkar, namun ada syaratnya.
Membongkar kasus korupsi anggaran di salah satu kementerian itu dinyatakan oleh akun Twitter @PartaiSocmed, Selasa (22/11).
“Tuips! Jika banyak yg mendukung kami akan bongkar korupsi anggaran yg sedang terjadi di salah satu kementerian,” tulis akun @PartaiSocmed seraya menambahkan “Cc @KPK_RI.
Pada utas lanjutannya, ia pun tampak memberikan sedikit bocoran, yaitu pelaku mengaku bahwa orang tuanya adalag hakim pengadilan Tipikor.
Bersamaan dengan bocoran itu, ia kembali menanyakan kepada followersnya apakah kasus tersebut harus diramaikan.
“Luar biasanya salah satu pelaku mengaku ayahnya adalah hakim pengadilan tipikikor.
Perlu kita ramaikan tuips?!?,” tambahnya.
Selain itu, ia baru memahami desakan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani kepada sejumlah Kementerian / lembaga untuk segera menghabiskan anggaran 1.200 T dalam 3 bulan.
“Baru paham mengapa Bu Sri Mulyani sampai harus teriak2 minta Kementerian/Lembaga habiskan anggaran 1.200 T dalam 3 bulan,” tweetnya dalan utasan lanjutan
Ternyata, jelas akun @PartaiSocmed itu, ada oknum di kementerian yang masih sibuk tawar menawar kickback dari penyedia di e-katalog.
Bahkan, katanya, ada yang minta setor uang dimuka.
Beberapa netizen yang turut berkomentar mendukung pembongkaran kasus anggaran di salah satu kementerian yang dimaksud @PartaiSocmed.
Hampir kesemuanya berkomentar mendukung aksi tersebut, namun ada juga yang menuduh akun tersebut sedang transaksi dengan koruptor.
“Kalo emang punya bukti, spill aja. Nanti yg retweet juga banyak kok,” komen akun @TulipKuning5.
“Saya menduga Anda malah sedang melakukan transaksi dengan sang koruptor (Kalo gak mau dibongkar, ya kasih “tutup mulut”),” tambahnya menutup tweet tersebut.
@Novand86 yang juga ikut berkomentar mengatakan kasus korupsi yang diketahui seyogyanya diungkap semua, dan tak hanya di satu kementerian saja.
Tapi, ia tetap memberikan dukungan kepada akun @PartaiSocmed untuk membongkar habis semua kasus korupsi.
“Jangan hanya disalah satu kementerian saja, Disemua kementerian kalo bisa di periksa terkait anggaran, bongkar Habis,” komennya.
Penulis: Iskandar Zulkarnain








