Menjelang Berbuka Puasa Bersama, Danramil 05/Bukit Batu Kapten Inf Ucok Doni Samosir Berbagi Takjil Bersama Awak Media Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda, Bupati Bengkalis Buka Festival Lampu Colok 2026 Bupati Kasmarni Salurkan 50 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Kecamatan Bengkalis SPPG Kelurahan Sungai Pakning Sambut Idul Fitri dengan Santuni Puluhan Anak Yatim, Berbagi Takjil, dan Buka Puasa Bersama Bupati Bengkalis Dampingi Anggota DPR RI Dewi Juliani Serahkan Bantuan Sembako dan Pompanisasi di Kecamatan Pinggir Apical Resmikan Rumah FABA Kreasi Muda untuk Dorong Usaha Mandiri Warga Dumai

Berita

Investasi Internasional Indonesia Menurun USD3,5 Miliar

badge-check


					Investasi Internasional Indonesia Menurun USD3,5 Miliar Perbesar

JAKARTA, Beritapojok.com – Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatat net kewajiban sebesar USD326,2 miliar (29,8 persen PDB) pada akhir triwulan III 2019. Angka ini menurun USD3,5 miliar dibandingkan posisi net kewajiban pada akhir triwulan sebelumnya yang sebesar USD329,6 miliar (30,9 persen PDB).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko, menjelaskan, penurunan net kewajiban PII Indonesia tersebut dipengaruhi oleh penurunan Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) sebesar USD1,9 miliar dan peningkatan Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) sebesar USD1,5 miliar.

Posisi KFLN mencatat penurunan 0,3 persen (qtq) menjadi USD691,4 miliar pada akhir triwulan III 2019 dari posisi akhir triwulan sebelumnya sebesar USD693,4 miliar. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh faktor perubahan lainnya seperti penguatan nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah dan penurunan nilai instrumen investasi berdenominasi Rupiah sejalan dengan turunnya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sementara itu posisi AFLN Indonesia pada triwulan III 2019 tercatat sebesar USD365,3 miliar, tumbuh 0,4 persen (qtq) dibandingkan dengan posisi triwulan sebelumnya sebesar USD363,8 miliar. Kenaikan posisi AFLN terutama didorong oleh meningkatnya aset investasi lainnya dan cadangan devisa, sedangkan aset investasi langsung, investasi portofolio, dan derivatif finansial mengalami penurunan.

Peningkatan posisi AFLN lebih lanjut tertahan oleh faktor perubahan lainnya seperti revaluasi negatif atas AFLN dalam denominasi non-dolar AS sejalan dengan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya serta penurunan rerata indeks saham negara-negara penempatan aset.

Menurut Onny, perkembangan PII Indonesia pada triwulan III 2019 tetap sehat. Hal ini tercermin dari struktur kewajiban neto PII Indonesia yang masih didominasi oleh instrumen berjangka panjang. Meski demikian, BI akan tetap mewaspadai risiko kewajiban neto PII terhadap perekonomian Indonesia.

“Ke depan, kami meyakini kinerja PII Indonesia akan makin baik sejalan dengan stabilitas perekonomian yang terjaga dan pemulihan ekonomi Indonesia yang berlanjut didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan BI, kebijakan fiskal, dan reformasi struktural,” pungkasnya di Jakarta, Jumat (27/12/2019).(***)

 

Sumber: wartaekonomi.co.id

Baca Lainnya

Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda, Bupati Bengkalis Buka Festival Lampu Colok 2026

17 Maret 2026 - 07:59 WIB

Bupati Kasmarni Salurkan 50 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Kecamatan Bengkalis

17 Maret 2026 - 01:58 WIB

Bupati Bengkalis Dampingi Anggota DPR RI Dewi Juliani Serahkan Bantuan Sembako dan Pompanisasi di Kecamatan Pinggir

14 Maret 2026 - 19:49 WIB

Apical Resmikan Rumah FABA Kreasi Muda untuk Dorong Usaha Mandiri Warga Dumai

14 Maret 2026 - 19:34 WIB

Waspada Penipuan Catut Nama Wabup Bagus Santoso Dalam Program Donasi dan Sedekah

14 Maret 2026 - 13:48 WIB

Trending di Bengkalis