Hati-hati, Gejala Covid-19 Varian Terbaru Tampak Seperti Flu Biasa

Hati-hati, Gejala Covid-19 Varian Terbaru Tampak Seperti Flu Biasa
Ilustrasi

Beritapojok.com – Tak hentinya bermutasi, kali ini gejala virus Covid-19 varian terbaru hanya tampak seperti flu biasa.

Ketua departemen pulmonologi dan kedokteran respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Prasenohadi, PhD, SpP(K), KIC mengatakan untuk melihat perbedaannya perlu tes PCR atau antigen.

Dikutip dari DetikHealth, terdapat 5 gejala dari Virus Covid-19 varian terbaru hari ini yang perlu diketahui:

Gejala Virus Covid-19 Varian Terbaru

1. Sakit Kepala
Beberapa pasien COVID-19 kerap mengeluhkan kondisi sakit kepala. Sakit kepala yang sering dialami adalah pusing dan berdenyut.

“Jadi kalau ada keluhan apapun bahkan sakit kepala sekalipun ya mau tidak mau harus PCR,” kata dr Praseno, dikutip dari YouTube BNBP, Jumat (2/12/2022).

2. Batuk Kering
Selain sakit kepala, gejala yang juga sering dirasakan pasien COVID-19 adalah batuk kering.

Meskipun gejala ini tidak tergolong berat dan hilang timbul, kata dr Praseno itu bisa jadi gejala positif COVID-19 sehingga perlu waspada.

3. Nyeri Otot
Nyeri otot dan sendi merupakan salah satu gejala khas dari varian baru COVID-19. Badan terasa pegal linu dan terasa lemas tak bertenaga.

“Demam yang disertai nyeri otot. Nyeri otot itu jadi salah satu gejala COVID-19,” kata dr Praseno.

4. Pilek
Pilek adalah gejala umum infeksi virus. Pilek terjadi ketika virus menyerang sistem imun dan menyebabkan produksi lendir di saluran pernapasan. Sulit membedakan pilek infeksi COVID-19 atau flu biasa, sehingga perlu tes PCR untuk memastikannya.

5. Diare
Jika biasanya gejala COVID-19 menyerang sistem pernapasan, pada varian baru gejala positif COVID-19 juga bisa dari terganggunya sistem pencernaan, yakni diare.

“Sekarang diare juga tidak bisa dianggap main-main, ternyata COVID-19 ya,” kata dr Praseno.

Demikian beberapa gejala dari virus Covid-19 varian terbaru, berikut kita ulas apa dan bagaimana Covid-19 itu.

Apa itu Covid-19?

Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun, sebagian orang akan mengalami sakit parah dan memerlukan bantuan medis.

Cara Penyebaran Covid-19

Virus dapat menyebar dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi melalui partikel cairan kecil ketika orang tersebut batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau bernapas. Partikel ini dapat berupa droplet yang lebih besar dari saluran pernapasan hingga aerosol yang lebih kecil.

Anda dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika berada di dekat orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Anda juga dapat tertular jika menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi. Virus lebih mudah menyebar di dalam ruangan dan di tempat ramai.

Baca juga:   Walikota Dumai H Zulkifli AS Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19

Gejala

Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap COVID-19. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

Gejala yang paling umum:
  1. demam
  2. batuk
  3. kelelahan
  4. kehilangan rasa atau bau
Gejala yang sedikit tidak umum:
  1. sakit tenggorokan
  2. sakit kepala
  3. sakit dan nyeri
  4. diare
  5. ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki
  6. mata merah atau iritasi
Gejala serius:
  1. kesulitan bernapas atau sesak napas
  2. kesulitan berbicara atau bergerak, atau bingung
  3. nyeri dada

Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami gejala serius. Selalu hubungi dokter atau fasilitas kesehatan sebelum mengunjunginya.

Orang dengan gejala ringan yang dinyatakan sehat harus melakukan perawatan mandiri di rumah.

Rata-rata gejala akan muncul 5–6 hari setelah seseorang pertama kali terinfeksi virus ini, tetapi bisa juga sampai 14 hari setelah terinfeksi.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19:

Untuk penanganan serta pencegahan, selalu jaga jarak aman dari orang lain (minimal 1 meter), meskipun mereka tidak tampak sakit.

Kenakan masker di ruang publik, terutama di dalam ruangan atau jika pembatasan fisik tidak dimungkinkan.

Sebaiknya pilih ruang terbuka dan berventilasi baik. Buka jendela jika berada di dalam ruangan.

Cuci tangan Anda secara rutin. Gunakan sabun dan air, atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol.

Ikuti vaksinasi ketika giliran Anda. Ikuti panduan setempat terkait vaksinasi.

Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung Anda dengan lengan atau tisu.

Jangan keluar rumah jika merasa tidak enak badan.

Jika demam, batuk, dan kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis. Telepon terlebih dahulu agar penyedia layanan kesehatan dapat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Tindakan ini akan melindungi Anda dan mencegah penyebaran virus serta infeksi lainnya.

Masker

Masker yang dipasang dengan benar dapat membantu mencegah penyebaran virus dari orang yang mengenakannya ke orang lain.

Mengenakan masker saja tidak cukup untuk melindungi diri dari COVID-19, sehingga harus dikombinasikan dengan pembatasan fisik dan kebersihan tangan. Ikuti saran yang diberikan oleh otoritas kesehatan setempat.

Editor: Iskandar Z