Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Sopian HAS, Kapolda Riau: Jangan Coba-coba Lindungi Pelaku Kejahatan MTs Raudhatut Thullab Rayakan Milad ke-36, Tampilkan Kreativitas dan Semangat Kebersamaan Pererat Sinergi Sejarah, Pemkab Bengkalis Sambut Hangat Kunjungan Ziarah Pemkab Simalungun Pererat Sinergi “Tali Berpilin Tiga”, Bupati Bengkalis Hadiri Silaturahmi dan Halal Bihalal FKPMR Resmikan Defa Kostel Mandau, Bupati Bengkalis Dukung Hunian Modern Berkonsep Hotel Distribusi BBM di Pulau Bengkalis Kembali Normal, Ini Pernyataan Kadis Dagperin Zulpan

Berita

Fakta Polisi Tewas Saat KTT G20 di Bali

badge-check


					Ni Luh (foto kiri) cewek yang di order oleh oknum polisi yang akhirnya tewas lantaran batal antara fopto dan kenyataan tak sesuai. (Foto kolase/suaramerdeka.bali) Perbesar

Ni Luh (foto kiri) cewek yang di order oleh oknum polisi yang akhirnya tewas lantaran batal antara fopto dan kenyataan tak sesuai. (Foto kolase/suaramerdeka.bali)

Beritapojok.com – Seorang oknum polisi yang bertugas melakukan pengamanan KTT G20 tewas, berikut fakta yang dirangkum.

Oknum polisi yang tewas pada event internasional KTT G20 itu dibenarkan oleh pihak kepolisian, namun tidak berkaitan dengan acara yang berlangsung.

Oknum polisi yang tewas tersebut berinisial Bripda FNS, karena cancel order Pekerja Seks Komersial (PSK) via aplikasi, ia akhirnya ditusuk hingga tewas.

Informasi dari berbagai sumber, batalnya order tersebut diduga karena foto yang di aplikasi tidak sesuai dengan kenyataan.

Keributan antara kedua belah pihak tidak dapat dielak karena pembatalan tersebut.

Pelaku Penusukan Polisi Tewas KTT G20 Ditangkap

Pihak Kepolisian telah menangkap dua pelaku penusukan terhadap Bripda FNS yang bertugas mengamankan KTT G20 tersebut.

Kedua pelaku tersebut berinisial F (16) dan A (15).

Namun demikian, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi mengatakan pihaknya mengalami kecolongan.

Pasalnya, Bripda FNS seharusnya bertugas sebagai pengamanan KTT G20, lantas mengapa dia berniat memesan wanita PSK lewat aplikasi Open BO.

“(Kenapa melakukan hal itu) Dalam hal ini ada kecolongan dalam pengawasan. Tetap kita lakukan pengawasan,” ujar Ketut kepada wartawan, Kamis 17 November 2022.

Lakukan Pengawasan Ketat

Kendati demikian, Ketut menjelaskan bahwa kedepannya akan melakukan pengawasan secara ketat.

Ia juga mengatakan bahwa sebelumnya memang ada pengawasan secara ketat.

“Iya ini karena memang sebelumnya tetap akan dilakukan pengawasan-pengawasan. (Akan diperketat) iya,” kata dia.

Kronologi Polisi Tewas KTT G20

Sementara itu, Polisi menangkap dua pelaku penusukan Bripda FNS, anggota polisi pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Peristiwa penusukan ini terjadi di salah satu hotel di Denpasar Utara, Bali.

“Benar ada kejadian itu, pelaku penganiayaan dua orang. Pertama, F (16) dan A (15),” kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 17 November 2022.

Ada Keributan Ketut mengatakan penusukan ini terjadi karena adanya keributan antara Bripda FNS dengan seorang wanita berinisial LDKS yang dipesan melalui sebuah aplikasi.

Dalam aplikasi, keduanya sepakat untuk bertemu di sebuah hotel di Bali.

Namun, saat Bripda FNS bertemu dengan korban, yang terjadi justru keributan diduga dipicu kesalahpahaman.

“Yang bersangkutan ada komunikasi dengan seorang perempuan, lalu bertemu di sebuah hotel tapi entah bagaimana, mungkin tidak ada kesesuaian sehingga terjadi keributan,” katanya.

Keributan antara korban dengan perempuan tersebut mengundang rasa penasaran orang lain sehingga berujung pada insiden penusukan.

“Keributannya mengundang pihak tetangga sehingga terjadi penganiayaan ke korban,” kata Ketut.

Pelaku Masih Diperiksa

Hingga saat ini, Ketut menyebut kedua pelaku yang terlibat penusukan Bripda FNS ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum anggota polisi pengamanan KTT G20 tewas ditusuk gara-gara cancel order cewek PSK lewat aplikasi Open BO.

Diduga pembatalan berhubungan intim itu karena si cewek tidak sesuai dengan foto yang dipajang di aplikasi.

Tragedi mengerikan ini terjadi di sebuah Hotel di Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara pada Rabu 16 November 2022 dini hari, jelang penutupan KTT G20.

Oknum polisi nahas itu merupakan anggota Mabes Polri, bernama Bripda FNS (22), yang sedang bertugas pengamanan KTT G20.

Dia tewas akibat ditusuk setelah berseteru dengan seorang wanita open BO di Denpasar.

Editor: Do / Iskandar Z

Baca Lainnya

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Sopian HAS, Kapolda Riau: Jangan Coba-coba Lindungi Pelaku Kejahatan

17 April 2026 - 17:48 WIB

MTs Raudhatut Thullab Rayakan Milad ke-36, Tampilkan Kreativitas dan Semangat Kebersamaan

15 April 2026 - 16:15 WIB

Pererat Sinergi Sejarah, Pemkab Bengkalis Sambut Hangat Kunjungan Ziarah Pemkab Simalungun

14 April 2026 - 16:10 WIB

Pererat Sinergi “Tali Berpilin Tiga”, Bupati Bengkalis Hadiri Silaturahmi dan Halal Bihalal FKPMR

12 April 2026 - 22:02 WIB

Resmikan Defa Kostel Mandau, Bupati Bengkalis Dukung Hunian Modern Berkonsep Hotel

11 April 2026 - 21:56 WIB

Trending di Bengkalis