Polres Bengkalis Dukung Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Jagung Pipil di Desa Kuala Alam Dedy Aprianto Tampubolon, Personel Polda Riau, Lulus Terbaik Pascasarjana dengan IPK 4,00 Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rupat Dampingi Panen Jagung Hibrida Sebanyak 24 Jemaah Haji Asal Bukit Batu Tiba di Kampung Halaman Dengan Selamat Pemkab Bengkalis Terapkan Aplikasi SKM Online untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Mulai 1 Juni 2026 Putri Ketua Aliansi Wartawan Mandiri Kabupatan Bengkalis Resmi Menikah, di Hadiri Tokoh dan Rekan Sejawat

Berita

Fakta Polisi Tewas Saat KTT G20 di Bali

badge-check


					Ni Luh (foto kiri) cewek yang di order oleh oknum polisi yang akhirnya tewas lantaran batal antara fopto dan kenyataan tak sesuai. (Foto kolase/suaramerdeka.bali) Perbesar

Ni Luh (foto kiri) cewek yang di order oleh oknum polisi yang akhirnya tewas lantaran batal antara fopto dan kenyataan tak sesuai. (Foto kolase/suaramerdeka.bali)

Beritapojok.com – Seorang oknum polisi yang bertugas melakukan pengamanan KTT G20 tewas, berikut fakta yang dirangkum.

Oknum polisi yang tewas pada event internasional KTT G20 itu dibenarkan oleh pihak kepolisian, namun tidak berkaitan dengan acara yang berlangsung.

Oknum polisi yang tewas tersebut berinisial Bripda FNS, karena cancel order Pekerja Seks Komersial (PSK) via aplikasi, ia akhirnya ditusuk hingga tewas.

Informasi dari berbagai sumber, batalnya order tersebut diduga karena foto yang di aplikasi tidak sesuai dengan kenyataan.

Keributan antara kedua belah pihak tidak dapat dielak karena pembatalan tersebut.

Pelaku Penusukan Polisi Tewas KTT G20 Ditangkap

Pihak Kepolisian telah menangkap dua pelaku penusukan terhadap Bripda FNS yang bertugas mengamankan KTT G20 tersebut.

Kedua pelaku tersebut berinisial F (16) dan A (15).

Namun demikian, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi mengatakan pihaknya mengalami kecolongan.

Pasalnya, Bripda FNS seharusnya bertugas sebagai pengamanan KTT G20, lantas mengapa dia berniat memesan wanita PSK lewat aplikasi Open BO.

“(Kenapa melakukan hal itu) Dalam hal ini ada kecolongan dalam pengawasan. Tetap kita lakukan pengawasan,” ujar Ketut kepada wartawan, Kamis 17 November 2022.

Lakukan Pengawasan Ketat

Kendati demikian, Ketut menjelaskan bahwa kedepannya akan melakukan pengawasan secara ketat.

Ia juga mengatakan bahwa sebelumnya memang ada pengawasan secara ketat.

“Iya ini karena memang sebelumnya tetap akan dilakukan pengawasan-pengawasan. (Akan diperketat) iya,” kata dia.

Kronologi Polisi Tewas KTT G20

Sementara itu, Polisi menangkap dua pelaku penusukan Bripda FNS, anggota polisi pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Peristiwa penusukan ini terjadi di salah satu hotel di Denpasar Utara, Bali.

“Benar ada kejadian itu, pelaku penganiayaan dua orang. Pertama, F (16) dan A (15),” kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 17 November 2022.

Ada Keributan Ketut mengatakan penusukan ini terjadi karena adanya keributan antara Bripda FNS dengan seorang wanita berinisial LDKS yang dipesan melalui sebuah aplikasi.

Dalam aplikasi, keduanya sepakat untuk bertemu di sebuah hotel di Bali.

Namun, saat Bripda FNS bertemu dengan korban, yang terjadi justru keributan diduga dipicu kesalahpahaman.

“Yang bersangkutan ada komunikasi dengan seorang perempuan, lalu bertemu di sebuah hotel tapi entah bagaimana, mungkin tidak ada kesesuaian sehingga terjadi keributan,” katanya.

Keributan antara korban dengan perempuan tersebut mengundang rasa penasaran orang lain sehingga berujung pada insiden penusukan.

“Keributannya mengundang pihak tetangga sehingga terjadi penganiayaan ke korban,” kata Ketut.

Pelaku Masih Diperiksa

Hingga saat ini, Ketut menyebut kedua pelaku yang terlibat penusukan Bripda FNS ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum anggota polisi pengamanan KTT G20 tewas ditusuk gara-gara cancel order cewek PSK lewat aplikasi Open BO.

Diduga pembatalan berhubungan intim itu karena si cewek tidak sesuai dengan foto yang dipajang di aplikasi.

Tragedi mengerikan ini terjadi di sebuah Hotel di Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara pada Rabu 16 November 2022 dini hari, jelang penutupan KTT G20.

Oknum polisi nahas itu merupakan anggota Mabes Polri, bernama Bripda FNS (22), yang sedang bertugas pengamanan KTT G20.

Dia tewas akibat ditusuk setelah berseteru dengan seorang wanita open BO di Denpasar.

Editor: Do / Iskandar Z

Baca Lainnya

Polres Bengkalis Dukung Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Jagung Pipil di Desa Kuala Alam

12 Juni 2026 - 15:06 WIB

Dedy Aprianto Tampubolon, Personel Polda Riau, Lulus Terbaik Pascasarjana dengan IPK 4,00

12 Juni 2026 - 13:23 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rupat Dampingi Panen Jagung Hibrida

11 Juni 2026 - 21:02 WIB

Pemkab Bengkalis Terapkan Aplikasi SKM Online untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Mulai 1 Juni 2026

11 Juni 2026 - 15:01 WIB

Wabup Bagus Santoso Hadiri RUPS BRK Syariah 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Bengkalis

10 Juni 2026 - 02:54 WIB

Trending di Bengkalis