Desa Teluk Rhu Menuju Pemberdayaan Melalui Adaptasi CHSE

RUPAT UTARA – Langkah besar menuju pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan tengah digalakkan di Desa Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.

Tim dari Kelompok Jabatan Fungsional Dosen Kebijakan Publik dan Governansi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau yang dipimpin oleh Dr. Febri Yuliani, S.Sos, M.Si, telah menginisiasi program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan fokus utama pada kebijakan pemberdayaan masyarakat desa wisata melalui adaptasi Clean, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).

Kegiatan ini juga didukung dan dihadiri oleh pemerintah desa Teluk Rhu yang diwakili oleh ibuk Suhaili, S.IP selaku sekretaris desa Teluk Rhu, kemudian juga dihadiri oleh tokoh pendidikan Kecamatan Rupat Utara bapak Arafik, S.Pd, M.Pd. serta pelaku kelompok UMKM dan kelompok masyarakat sadar wisata desa Teluk Rhu.

Dalam upaya menjaga harmoni antara pariwisata, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat, tim tersebut mengajak warga Desa Teluk Rhu untuk mengadopsi prinsip CHSE. Prinsip ini bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan pariwisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperhatikan kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan.

Tim yang terdiri dari beberapa akademisi ternama ini, seperti Prof. Dr. Sujianto, M.Si, Dr. Hasim As’ari, S.Sos, M.Si, Hafzana Bedasari S.Sos, M.Si, Masrul Ikhsan, S.Sos, M.Si, dan Ahmad Hadi, S.AP, M.KP, bekerja sama dengan masyarakat Desa Teluk Rhu untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan dalam mengimplementasikan prinsip CHSE. Mereka tidak hanya memberikan arahan dan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan.

Salah satu langkah awal yang diambil adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya prinsip CHSE dalam pengembangan desa wisata. Melalui serangkaian workshop, seminar, dan pertemuan interaktif, warga Desa Teluk Rhu diberikan pemahaman mendalam mengenai dampak positif yang dapat dihasilkan dari adopsi prinsip tersebut. Mulai dari pemisahan dan pengolahan sampah yang tepat hingga pemeliharaan kebersihan dan keamanan area pariwisata, semua aspek dijelaskan secara komprehensif.

Dr. Febri Yuliani menyatakan, “Kami berkomitmen untuk membantu masyarakat Desa Teluk Rhu dalam mengembangkan potensi wisata mereka dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara tim akademisi dan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini.”

Adapun Prof. Dr. Sujianto menambahkan, “CHSE adalah landasan yang solid untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dengan memprioritaskan kebersihan, kesehatan, dan keamanan, serta menjaga lingkungan, Desa Teluk Rhu dapat menjadi contoh sukses bagi destinasi wisata lainnya.”

Kemudian Dr. Hasim As’ari, S.Sos, M.Si menggarisbawahi pentingnya pendekatan partisipatif dalam pengembangan desa wisata. “Masyarakat Desa Teluk Rhu harus menjadi bagian integral dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi program ini,” katanya. Ia menekankan bahwa pemahaman masyarakat tentang manfaat jangka panjang dari penerapan prinsip CHSE harus ditingkatkan melalui pendekatan edukasi dan pelatihan yang berkelanjutan.

Program ini juga mengajarkan kepada masyarakat setempat strategi menjadi potensi pemandu wisata yang edukatif, optimalisasi layanan kuliner berbasis lokal, pemasaran produk lokal wisata serta menggali peluang dan tantangan dalam mengoptimalkan objek wisata lokal untuk memperkuat ekonomi masyarakat setempat dan meningkatkan nilai tambah dari sektor pariwisata.

Diharapkan, melalui upaya bersama ini, Desa Teluk Rhu akan menjadi desa wisata unggulan yang tidak hanya memberikan pengalaman berwisata yang menyenangkan, tetapi juga menjaga kelestarian alam serta memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan sosial. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi akademisi dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan positif yang signifikan dalam lingkungan lokal.

(diskominfotik/joekro)