Berita Pojok – Cuitan Dahnil Anzar Simanjuntak terkait sikap oposisi pasangan Ganjar-Mahfud di media sosial (Medsos) diserbu netizen, Kamis (27/7).
Tak tanggung-tanggung, cuitan juru bicara Prabowo Subianto pada tanggal 25 Juli 2024 itu memiliki lebih dari seribu like atau suka.
Tak hanya itu, cuitan pria kelahiran 10 April 1982 itu sudah tayang sebanyak 277 ribu, 144 kali diposting ulang dan 163 kutipan.
Dalam postingannya, Dahnil kagum terkait sikap pasangan calon presiden Ganjar Pranowo – Mahfud MD yang menyatakan sikap oposisi atau berada di luar pemerintah.
Namun, yang menggelitik bukanlah kalimat itu, Dahnil seakan menyindir beberapa partai yang berseberangan saat pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu kini berharap untuk bergabung dengan Prabowo Subianto.
“Saya kagum dengan Mas @ganjarpranowo dan Pak @mohmahfudmd sejak awal, ketika kalah Pilpres langsung menyatakan akan berada diluar pemerintah dan beroposisi. Tidak merangkai kata sambil menunggu harap-harap tawaran,” tulis Dahnil, Kamis (25/7) di media sosial X yang dulunya bernama Twitter.
Sontak saja tulisan itu menuai pro dan kontra di kalangan netizen, bahkan ada yang terang-terangan menyindir balik atas sikap Prabowo Subianto pada pilpres periode lalu.
Cuitan singkat dan padat dilontarkan oleh akun @chiesaaldo_. “nyindir prabowo ya??”, tulisnya mengomentari cuitan suami dari Heni Novitasari.
Akun @adhepur tak kalah menariknya, dia menyindir jabatan yang kini sedang diemban Prabowo Subianto.
“Tawaran jadi Menhan kah?,” tulis akun @adhepur.
Dari akun @Bud_Cavalera, “Saya kecewa saat Prabowo keok dari Jokowi di pilpres 2019 tidak mengambil peran oposisi tapi malah memilih jadi Pembokat Jokowi”.
Profil Dahnil Anzar Simanjuntak
Dikutip dari Wikipedia, Dahnil Anzar Simanjuntak lahir di desa Salahaji, Besitang, Langkat, Sumatera Utara.
Ia menghabiskan masa kecilnya di Kuala Simpang mulai dari TK Aisyiyah, SDN Sriwijaya, Aceh Tamiang dan SMPN 1 Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Ia dan keluarganya kemudian pindah ke Sibolga, Sumatera Utara, dan melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Sibolga.
Setelah lulus SMP, ia dan keluarganya pindah lagi ke Kota Tangerang.
Dia melanjutkan pendidikan S1 Ilmu Akuntansi Publik di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta. Di tahun 2005, ia melanjutkan ke Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) Konsentrasi Desentralisasi Keuangan Pusat dan Daerah, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sambil menyelesaikan kuliah S2, dia bekerja sebagai Dosen di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) (d.h. STIE Muhammadiyah Tangerang). Setelah selesai pendidikan S2, dia kemudian diterima sebagai Dosen Pegawai Negeri Sipil Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.
Pada tahun 2018, ia lalu melanjutkan pendidikan Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Diponegoro, Semarang. Pada tahun 2018, dia menjadi koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi pada Pemilihan Presiden 2019, dan memutuskan mundur sebagai dosen di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.
Pada tahun 2014, dia terpilih menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018 dalam Muktamar XVI di Asrama Haji, Padang, Sumatera Barat. Dia menggantikan menggantikan Saleh Partaonan Daulay dan berhasil mengumpulkan sebanyak 450 suara, mengungguli Syahrul Hasan (334 suara), Rohmat Suprapto (64 suara), King Faisal (43 suara), Amirudin (33 suara), dan M. Aziz (26 suara).
Dia juga pernah menjabat sebagai President Religion for Peace Asia and Pacific Youth Interfaith Network (RfP-APYIN). Di dunia bisnis, dia memiliki bisnis di bidang kuliner melalui jejaring kedai kopi Begawan Kupie.
Pada tahun 2018, dia ditunjuk menjadi Koordinator Jubir Prabowo-Sandi, kemudian di tahun 2019 dia bergabung dengan Partai Gerindra dan ditunjuk sebagai juru bicara resmi Prabowo Subianto. Saat Prabowo Subianto diangkat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada 2019, dia ditunjuk sebagai Staf Khusus Kementerian Pertahanan bidang Komunikasi Publik, Sosial Ekonomi, dan Hubungan Antarlembaga. (red)








