BRI Bagansiapiapi Dorong UMKM Gunakan QRIS, Wujudkan Ekonomi Digital Riau Apical Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis bagi Masyarakat Sungai Sembilan Bupati Bengkalis Raih Penghargaan Pengelolaan JDIHN Terbaik Kedua Tingkat Provinsi Riau Bengkalis Durian Fest 2026, Wujud Nyata 27 Peserta Kafilah Bengkalis Tampil di Hari Pertama MTQ ke-44 Riau 30 Peserta Kafilah Bengkalis Siap Berlomba pada Hari Kedua MTQ ke-44 Provinsi Riau

Berita

Bupati Rohil Ikuti Zoom Meeting Bersama Mendagri Terkait Stabilitas Harga Beras

badge-check


					Bupati Rohil Ikuti Zoom Meeting Bersama Mendagri Terkait Stabilitas Harga Beras Perbesar

Diskominfotiks Rohil — Bupati Rokan Hilir H. Bistaman ikuti rapat koordinasi (Rakor) bersama menteri dalam negeri melalui zoom meeting dalam rangka pengendalian inflasi dan langkah strategis untuk menstabilkan harga beras. Rapat yang di pimpin langsung Mendagri Tito Karnavian berlangsung pada hari Kamis (4/9/2025). 

 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah akan  mengambil langkah-langkah strategis untuk menstabilkan harga beras, terutama di 214 Kabupaten/Kota yang harganya telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

 

“Pemerintah bakal lebih aktif mengintervensi pasar untuk menekan kenaikan harga. Instrumen utamanya adalah penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan beras 10 kilogram,” kata Tito di Jakarta.

 

Menurut Tito, kebijakan itu terbukti efektif dalam meredam gejolak harga di sejumlah daerah. Sebagai bukti, mendagri mencatat adanya peningkatan jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami penurunan harga beras.

 

“Intervensi pasar adalah langkah taktis yang tepat untuk mencegah kerawanan pangan. Pangan sebagai kebutuhan primer masyarakat sudah seharusnya selalu dijaga ketersediaannya. Namun, meskipun intervensi pasar memberikan hasil positif, stabilitas harga beras dalam jangka panjang memerlukan strategi yang lebih komprehensif,” ungkapnya.

 

Pemerintah perlu menstimulasi produksi di tingkat petani dengan kebijakan propetani, seperti penyediaan bibit dan pupuk. Langkah ini membutuhkan kolaborasi antar institusi, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian.

 

 Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras masih naik di 214 Kabupaten/Kota pada Agustus 2025. Namun, inflasi beras mulai menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

 

Secara bulanan, inflasi beras tercatat sebesar 0,73 persen, lebih rendah dari Juli 2025. Dampaknya terhadap inflasi umum juga menurun. Dari sisi spasial, sebagian besar daerah masih melaporkan harga beras di atas harga acuan pemerintah, terutama di wilayah luar Jawa.

 

Bupati Rohil H.Bistamam selesai mengikuti zoom mengatakan bahwa Pemkab Rohil pada prinsipnya tetap mendukung program ketahan pangan serta berupaya menekan inflasi di daerah.

 

Untuk kebutuhan pangan di daerah Rohil, terang H. Bistaman, pada bulan Agustus hingga September khususnya beras masih stabil dan tidak terjadi kelangkaan serta harganya juga cukup stabil. Pemkab Rohil juga akan terus berupaya meningkatkan hasil produksi tanaman padi melalui program Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian untuk melakukan optimalisasi lahan (OPLA) di daerah centra produksi padi yang ada di Kabupaten Rokan Hilir. (Rls/Iwn)

Sumber:Diskominfotik Rohil

Baca Lainnya

BRI Bagansiapiapi Dorong UMKM Gunakan QRIS, Wujudkan Ekonomi Digital Riau

14 Juli 2026 - 11:19 WIB

Apical Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis bagi Masyarakat Sungai Sembilan

10 Juli 2026 - 12:48 WIB

Bupati Bengkalis Raih Penghargaan Pengelolaan JDIHN Terbaik Kedua Tingkat Provinsi Riau

8 Juli 2026 - 17:28 WIB

Bengkalis Durian Fest 2026, Wujud Nyata

8 Juli 2026 - 11:27 WIB

27 Peserta Kafilah Bengkalis Tampil di Hari Pertama MTQ ke-44 Riau

30 Juni 2026 - 04:32 WIB

Trending di Bengkalis