Perjalanan Panjang Dedy Aprianto Tampubolon, Wisudawan Terbaik Magister Sains dari Riau   Sinergitas Lintas Sektoral, Camat Bukit Batu Pimpin Gotong Royong Bersihkan Lingkungan di Wilayah Kelurahan Sungai Pakning Bupati Kasmarni Sambut Kajati Riau dengan Prosesi Adat Melayu, Teguhkan Jati Diri Negeri Junjungan Sarman Syahroni Dilantik Bupati Rohil H.Bistamam Sebagai Sekda Turnamen Futsal TUFFU CUP I Resmi Dibuka, 33 Tim dari Tiga Kecamatan Bersaing di Bukit Batu Terkait penundaan Pilpeng Tahun 2026, Calon Penghulu 6 Desa Rapat Dengan Komisi A DPRD Rokan Hilir

Bengkalis

Bupati Kasmarni Berharap, Lomba Berzanji Momentum Lestarikan Khazanah Budaya Melayu

badge-check


					Bupati Kasmarni Berharap, Lomba Berzanji Momentum Lestarikan Khazanah Budaya Melayu Perbesar

MANDAU – Bupati Bengkalis Kasmarni, diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bengkalis, H. Toharuddin, berharap Lomba Berzanji Marhaban se-Kabupaten Bengkalis tahun 2025 dapat menjadi momentum melestarikan seni, budaya, serta tradisi masyarakat Melayu Islam agar tidak hilang ditelan zaman.

Harapan tersebut disampaikannya saat menghadiri lomba berzanji marhaban yang ditaja Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau, Jum’at 22 Agustus 2026, di halaman Balai Adat LAMR Kecamatan Mandau.

Toharuddin mengatakan, lomba ini bukan hanya sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan juga ikhtiar memperkuat khazanah budaya Melayu yang identik dengan Islam, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda kepada Rasulullah SAW melalui pembacaan kitab Berzanji yang sarat makna spiritual.

“Kitab Berzanji adalah karya yang menceritakan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sejak lahir hingga wafat. Dengan membacanya, selain bershalawat kepada Rasul, juga memperkokoh kecintaan kepada junjungan umat, Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini perlu kita jaga agar diwariskan kepada anak cucu dan generasi selanjutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Camat Pinggir ini menilai arus modernisasi membuat tradisi pembacaan Berzanji Marhaban mulai terpinggirkan. Padahal, sejak dahulu kegiatan ini kerap menjadi bagian dari prosesi aqiqah maupun peringatan Maulid Nabi. Kini, sebagian tradisi itu mulai hilang, sehingga dikhawatirkan generasi muda Melayu lebih tertarik pada budaya modern dan melupakan warisan budaya religi mereka sendiri.

“Oleh karena itu, melalui lomba ini, kami berharap seni membaca Berzanji Marhaban dapat kembali bergema, bukan hanya di panggung perlombaan, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat. Tradisi ini menyimpan nilai luhur yang bisa dijadikan pedoman dalam kepemimpinan, etika, perilaku, maupun kearifan lokal lainnya,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Toharuddin juga berharap lomba Berzanji Marhaban terus digelar secara berkelanjutan dari tahun ke tahun, sehingga semakin memperkuat identitas budaya Melayu Islam di Negeri Junjungan.

“Untuk seluruh peserta, penggiat seni dan budaya, serta organisasi kepemudaan, teruslah berkreasi, berekspresi, dan berinovasi dalam memberdayakan serta mengembangkan adat, seni, dan budaya Melayu Islami ini. Dengan begitu, semangat keagamaan dan kebersamaan masyarakat akan semakin tumbuh dan terjaga,” tutupnya.

Sebagai tambahan pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan penanaman pohon buah buahan di Halaman Balai Adat LAMR Kecamatan Mandau.

(diskominfotik/joekro)

Baca Lainnya

Perjalanan Panjang Dedy Aprianto Tampubolon, Wisudawan Terbaik Magister Sains dari Riau  

28 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Sinergitas Lintas Sektoral, Camat Bukit Batu Pimpin Gotong Royong Bersihkan Lingkungan di Wilayah Kelurahan Sungai Pakning

22 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bupati Kasmarni Sambut Kajati Riau dengan Prosesi Adat Melayu, Teguhkan Jati Diri Negeri Junjungan

21 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Turnamen Futsal TUFFU CUP I Resmi Dibuka, 33 Tim dari Tiga Kecamatan Bersaing di Bukit Batu

16 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Koperasi Bersama Sejahtera Madani Sukses Gelar RAT Tahun Buku 2025

22 September 2026 - 22:39 WIB

Trending di Bengkalis