Rupanya hobi mereka ini turun dari hobi sang mama, Ririn Herli Mariza dan sang ayah Iwan Iswandi, yang saat kuliah setiap dua minggu sekali selalu naik gunung. Menurut, pengakuan Iwan, karena mendaki gunung dia berjodoh dengan isterinya Ririn. Saat itu mereka sama-sama perdana mendaki gunung dalam satu rombongan.
Mereka menginap semalam di Posko Pendakian I Gunung Talang, Kampung Batu via Bukik Bulek, pada Sabtu (18/12/2021), karena cuaca hujan deras dan angin badai.
“Kami sampai di posko Sabtu sekitar jam 10.00 WIB, rencananya siap makan siang jam 13.00 WIB langsung naik ke atas dan menginap semalam di cadas. Namun karena hujan dan badai tak berhenti hingga keesokan hari, niat untuk lanjut naik kami tunda dan kami harus menginap di posko sebelum melakukan pendakian,” ucap Iwan.
Keesokan harinya, lanjut pria yang akrab disapa One’s Kincai ini, walau cuaca sedikit kurang bersahabat, rencana naik gunung tetap dilakukan. Hanya saja niat untuk mendirikan tenda di atas dan menginap satu malam harus ditunda.
Pada Ahad pagi sekitar jam 07.30 WIB, niat untuk mengenalkan alam bebas ke anak-anaknya tetap dilaksanakan. Walaupun cuaca saat itu intensitas hujan ringan.
“Karena masih hujan ringan, kami menggunakan mantel hujan dari plastik agar tidak kedinginan saat dalam perjalanan. Selama perjalanan ke atas, anak-anak melakukan penanjakan sendiri, termasuk mendaki dan melintasi jembatan kayu, itu sangat mengesankan,” ujar One’s Kincai.
“Kenzo dan Kenzie berusia tujuh tahun dan abangnya Keanu baru berusia 10 tahun pada tanggal 30 Desember ini. Beberapa hari lagi dia akan berulang tahun dan ini adalah kado terindahnya,” tambah Iwan.
“Pendakian kali ini memang luar biasa, anak-anak dan saya adalah pemula di Gunung Talang. Tapi kami berhasil melakukannya,” terang Iwan.
“Walaupun ini perdana, anak-anak sanggup melakukan pendakian dengan tektok. Padahal cuaca tidak bagus. Saya sangat bangga kepada mereka,” kenang Iwan.
Ditambahkan Iwan, saat berada di atas, mereka akan menunaikan sholat Dzuhur di Mushala. Namun karena mushala ada pendaki yang mendirikan tenda, niat tersebut tak ditunaikan.
“Anak-anak sedikit kecewa, melihat ada tenda dalam mushala, karena mereka tidak bisa melaksanakan sholat Dzuhur di atas gunung. Akhirnya sekitar pukul 12.00 WIB kami turun ke bawah, agar bisa melaksanakan sholat Dzuhur. Jam 14.45 WIB kami sampai di bawah, setelah membersihkan badan, langsung menunaikan sholat Dzuhur. Mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi pendaki yang mendirikan tenda dalam mushala. Apa pun alasannya, jelas ini perbuatan tidak terpuji,” harapnya.
Masih kata Iwan, mereka telah melakukan banyak hal setiap liburan sekolah semester pada Desember dengan melakukan perjalan ke tempat-tempat wisata di dalam negeri hingga ke luar negeri. Namun tahun ini, dilakukan dengan terobosan baru, yakni mendaki gunung.
Perjalanan keluarga itu tak berhenti di sini saja. Mereka berencana akan melanjutkan petualangan di Lembah Harau, Payakumbuh pada Sabtu (25/12/2021) mendatang.
Sementara, Ririn menambahkan mendaki gunung merupakan suatu aktivitas menyenangkan baginya. Tak hanya menantang tapi memberi makna tersendiri bagi kehidupan disamping bersyukur atas nikmat Allah.








