Perjalanan Panjang Dedy Aprianto Tampubolon, Wisudawan Terbaik Magister Sains dari Riau   Sinergitas Lintas Sektoral, Camat Bukit Batu Pimpin Gotong Royong Bersihkan Lingkungan di Wilayah Kelurahan Sungai Pakning Bupati Kasmarni Sambut Kajati Riau dengan Prosesi Adat Melayu, Teguhkan Jati Diri Negeri Junjungan Sarman Syahroni Dilantik Bupati Rohil H.Bistamam Sebagai Sekda Turnamen Futsal TUFFU CUP I Resmi Dibuka, 33 Tim dari Tiga Kecamatan Bersaing di Bukit Batu Terkait penundaan Pilpeng Tahun 2026, Calon Penghulu 6 Desa Rapat Dengan Komisi A DPRD Rokan Hilir

Berita

Akibat Sentimen Domestik, Rupiah Sentuh ke Rp15.630 per Dolar AS

badge-check


					Ilustrasi (Foto: Antara) Perbesar

Ilustrasi (Foto: Antara)

JAKARTA, Beritapojok.com – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.630 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Senin sore. Posisi itu menguat 250 poin atau 1,57 persen dari Rp15.880 per dolar AS, Kamis sore.
 
Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.840 per dolar AS atau menguat dari Rp16.241 per dolar AS, Kamis (9/4/2020).
 
Di kawasan Asia, rupiah memimpin penguatan mata uang terhadap dolar AS. Diikuti yen Jepang menguat 0,44 persen dan dolar Hong Kong 0,01 persen.
 
Sementara mata uang Asia lainnya justru kompak terperosok ke zona merah. Won Korea Selatan melemah 0,76 persen, ringgit Malaysia minus 0,31 persen, yuan China minus 0,25 persen, dolar Singapura minus 0,19 persen, peso Filipina minus 0,12 persen, dan baht Thailand minus 0,1 persen.
 
Sebaliknya, mata uang negara maju cenderung lebih variasi. Dolar Australia melemah 0,06 persen, dolar Kanada minus 0,05 persen, euro Eropa minus 0,03 persen, dan franc Swiss minus 0,01 persen. Namun, poundsterling Inggris menguat 0,46 persen dan rubel Rusia 0,44 persen.
 
Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah utamanya terpengaruh oleh sentimen dari dalam negeri. Pertama, rencana kerja sama antara Bank Indonesia dan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.
 
Hal ini membuat pelaku pasar keuangan cukup tenang, meski cadangan devisa BI tinggal tersisa US$121 miliar. Selain itu, pelaku pasar juga optimis ada ruang penurunan tingkat suku bunga acuan BI dalam waktu dekat untuk menambah stimulus ekonomi di sektor moneter.
 
“Hal tersebut tentunya membuka peluang BI untuk kembali menurunkan suku bunga dan bisa disambut positif oleh pelaku pasar,” ujar Ibrahim.
 
Selain itu, dari eksternal pasar juga menyambut baik rencana pemberian stimulus The Fed berupa pinjaman ke dunia usaha dengan nilai mencapai US$2 triliun sampai US$3 triliun.
 

Tak hanya The Fed, Uni Eropa juga mengucurkan stimulus senilai 500 miliar euro guna membantu perekonomian negara-negara anggota zona Eropa yang tertekan akibat pandemi virus corona. (FR/***)

 

Sumber: CNNIndonesia

Baca Lainnya

Peduli Program pembinaan di Lapas, BRI Cabang Bagansiapiapi Berikan Bantuan 9 Unit mesin Jahit

6 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Implementasikan Permendagri, Kesbangpol Rohil dan FKDM Kolaborasi Jalankan Aplikasi SINDRA di Kecamatan Bangko

10 September 2026 - 11:55 WIB

Implementasikan Permendagri, Kesbangpol Rohil dan FKDM Kolaborasi Jalankan Aplikasi SINDRA di Kecamatan Bangko

Kondisi ISPU Kurang Baik, Pemkab Rohil Imbau Warga Pakai Masker dan Waspadai Asap Kiriman

8 September 2026 - 23:24 WIB

Kondisi ISPU Kurang Baik, Pemkab Rohil Imbau Warga Pakai Masker dan Waspadai Asap Kiriman

Hadiri Pelantikan TP. PKK Pekaitan, Bupati H. Bistamam Minta Kader Sinergi Tuntaskan Stunting

8 September 2026 - 22:09 WIB

Hadiri Pelantikan TP. PKK Pekaitan, Bupati H. Bistamam Minta Kader Sinergi Tuntaskan Stunting

Sukses Digelar di Bagan Sinembah, CFD Kolaborasi Kemenpora, DPR RI, dan Pemkab Rohil Dipadati Warga

6 September 2026 - 18:24 WIB

Sukses Digelar di Bagan Sinembah, CFD Kolaborasi Kemenpora, DPR RI, dan Pemkab Rohil Dipadati Warga
Trending di Berita