IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Perkuat Literasi Digital dan Profil Pelajar Pancasila di MTsN 1 Bengkalis Tabligh Akbar 1 Muharram, Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Bersama Membangun Daerah Semarak Muharram 1448 H GOW Bengkalis di Desa Ketam Putih Diisi Tausiah dan Bazar Pakaian Bermasa Melayani, Disdukcapil Bengkalis Buka Layanan Adminduk Di Arena Car Free Night Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Kasmarni Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Muhasabah Diri Gelar Gebyar Bagi Hasil Tahunan, BUM-Desa Sejahtera Jangkang Penyumbang PA-Des Peringkat Kedua se-Kabupaten Bengkalis

Berita

Kemenkes: Jumlah Perokok di Indonesia Sebesar 33,8 Persen

badge-check


					Kemenkes: Jumlah Perokok di Indonesia Sebesar 33,8 Persen Perbesar

BeritaPojok.com – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyebutkan kebiasaan merokok yang dilakukan oleh sejumlah besar orang di Indonesia menyebabkan penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang kini mencapai 9,2 juta jiwa berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013.

“Implikasi kesehatan, implikasi investasi manusia itu jadi terhambat dengan adanya paparan rokok pada anak-anak yang berusia 10 sampai 18 tahun yang menjadi tugas kita bersama mencegahnya,,” kata Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Jumat (26/11).

Berdasarkan data Riset Kesehatan milik Kemenkes, disebutkan bahwa jumlah perokok di Indonesia masih sangat tinggi yakni sebesar 33,8 persen. Artinya, satu dari tiga orang di Indonesia dapat dipastikan merokok.

Dari besarnya angka itu, angka pada perokok pria memiliki proporsi yang besar yakni sekitar 63 persen atau dua dari tiga pria saat ini pasti merokok.

Selain itu, peningkatan prevalensi merokok pada kelompok remaja usia 10 sampai 18 tahun cenderung mengalami peningkatan yang signifikan, yakni dari 7,2 persen naik menjadi 9,1 persen di tahun 2018 atau hampir satu dari 10 anak di Indonesia merokok.

Dante menjelaskan bahwa penyakit paru obstruktif kronis tidak termasuk dalam penyakit menular, namun penyakit tersebut dapat diobati sehingga dalam tata laksananya lebih diupayakan pada pencegahan pemburukan gejala maupun fungsi paru.

Ia juga menuturkan bahwa penyakit paru obstruktif kronis disebabkan oleh adanya korelasi erat antara paparan partikel atau gas berbahaya yang signifikan serta meningkatnya respon utama pada saluran nafas dan jaringan paru. Seperti asap rokok, polusi bahan kimia di tempat kerja dan asap dapur.

Masa pandemi COVID-19, kata dia, juga menjadikan para penderita penyakit itu lebih rentan mengalami penyakit paru-paru kronis karena virus SARS-CoV-2 yang menyerang sistem pernafasan.

“Melihat besarnya jumlah perokok yang ada saat ini, sangat penting untuk mensosialisasikan bahaya rokok serta melatih kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit tersebut,” katanya.

Spesialis Kardiovaskular Dr. Arto Yuwono Soeroto mengatakan penyakit paru obstruktif kronis memiliki gejala keluhan saluran pernafasan yang menetap.

“Gejala-gejala itu dapat berupa seperti batuk berdahak, sesak nafas hingga memiliki keluhan yang menetap,” katanya.

Namun, gejala pernafasan tersebut bersifat menetap dan progresif yang disebabkan karena adanya kerusakan saluran napas pada gelembung alveolus atau kantung udara kecil di dalam paru-paru yang menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.

“Kerusakan tersebut disebabkan oleh pajanan dengan gas atau partikel berbahaya seperti merokok dan polusi,” kata dia. [ded]

Sumber: Merdeka

Baca Lainnya

IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Perkuat Literasi Digital dan Profil Pelajar Pancasila di MTsN 1 Bengkalis

17 Juni 2026 - 09:31 WIB

Tabligh Akbar 1 Muharram, Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Bersama Membangun Daerah

17 Juni 2026 - 03:30 WIB

Semarak Muharram 1448 H GOW Bengkalis di Desa Ketam Putih Diisi Tausiah dan Bazar Pakaian

16 Juni 2026 - 21:29 WIB

Bermasa Melayani, Disdukcapil Bengkalis Buka Layanan Adminduk Di Arena Car Free Night

16 Juni 2026 - 15:27 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Kasmarni Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Muhasabah Diri

16 Juni 2026 - 09:26 WIB

Trending di Bengkalis