Beritapojok.com- Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara, M Said Didu merilis 7 warisan Jokowi melalui akun Twitternya, @msaid_didu.
Tweet pria kelahiran Sulawesi Selatan itu, tampaknya menambahkan beberapa warisan Jokowi yang sebelumnya sudah disebut oleh Rocky Gerung.
Pasalnya, ia juga melampirkan sebuah link berita yang berjudul “Rocky Gerung: Warisan Jokowi hanya IKN yang Mangkrak dan Masyarakat yang Terbelah”.
Berikut tweet lengkap dari akun @msaid_didu
“Warisan Jokowi :
1) utang pemerintah
2) utang BUMN
3) infrastruktur rugi dan mangkrak
4) penguasaan oligarki
5) kohesivitas sosial hancur
6) sistem dan lembaga negara berantakan
7) penegakan hukum amburadol”
Tweet pria yang memulai karir sebagai birokrat di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 1987 itu juga ramai ditanggapi netizen.
Salah satu tanggapan dari netizen datang dari akun @OMdHafidz, ia mengklaim bahwa Presiden Jokowi sudah menyelesaikan ribuan infrastruktur.
“Ribuan Infrastruktur yg telah selesai kau bilang mangkrak,” tulis mengawali komentar.
“seandaainya pemerintahan suharto, mengusai kekayaan alam ibu pertiwi untuk sendiri,mungkin negara ini kaya raya,kalo negara ini kaya ,barulah tidak wajar kita berhutang, Sistem lembaga negara sekarang jauh lebih baik,” lanjutnya dalam komentar yang sama.
Selain itu, ada juga komentar pedas yang menyinggung urusan pribadi M Said Didu, yakni terkait soal hutang.
“URUS AJA UTANGMU SAMA SI DAENG DIMAKASSAR DU.KASIHAN DIA LAGI SAKIT.
NGAPAIN LOE NGURUS UTANG NEGARA.LOE KHAN SUDAH LAMA DIPECAT!!!,” komen akun @JimmySimbar5.
Namun, komentar yang berbeda dari akun @rindupersatuan, ia menjelaskan saat ini kondisi di daerah harus berhemat hingga mengurangi tenaga kerja honorer, sebaliknya pemerintah pusat malah menghamburkan uang.
“Di daerah dana transfer pusat ke daerah brpa tahun ini turun 15-20% sehingga daerah trpksa hrus berhemat dgn berbagai langkah untuk memenuhi kebutuhan publik diantaranya mengurangi pegawai honorer, sdgkan dipusat hanya menghamburkan uang dgn infrastruktur yg tdk urgensi,” komennya.
Penulis: Iskandar Zulkarnain








