Rapat Paripurna Dalam Rangka penyampaian penjelasan Atas Ranperda inisiatif DPRD Tentang Rokan Hilir Hijau Sukses Digelar di Bagan Sinembah, CFD Kolaborasi Kemenpora, DPR RI, dan Pemkab Rohil Dipadati Warga Kapolda Riau Janji Usut Tuntas Kasus Pemalsuan Tanda Tangan H Sopian HAS di Rokan Hilir Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M Digelar Meriah di Masjid Al-Kiram Sungai Pakning   Jelang Menempati Masjid Baru, Pengurus Masjid Besar Al-Huda Laksanakan Gotong Royong Semarak Kemerdekaan RI ke-81, Dusun Cempaka Gelar Turnamen Mini Soccer Junior Kadus Cup III

Featured

Jabatan Ketum MPR, “Komunikasi antara Prabowo dan Mega”

badge-check


					Megawati Soekarno Putri bersama Prabowo Subianto Perbesar

Megawati Soekarno Putri bersama Prabowo Subianto

JAKARTA, BeritaPojok- Banyak yang tak menyangka Bambang Soesatyo mendapatkan jabatan sebagai Ketua MPR. Siapa yang menyangka bahwa jabatan tersebut dikatakan hasil dari komunikasi antara Ketum Gerindra, Prabowo Subianto dengan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani di Senayan, Jakarta, Jumat (5/10) kemarin. Dijelaskannya, komunikasi antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam menentukan ketua MPR. Menurutnya, hubungan antara keduanya sudah terjalin baik sejak lama.

“Yang pasti bahwa silaturahim dan komunikasi antara Ibu Mega dan Pak Prabowo selalu dilakukan,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10).

Kendati demikian, ia tak tahu persis kapan Megawati dan Prabowo menjalin komunikasi dalam menentukan Ketua MPR. Sebab, komunikasi antara keduanya tak hanya terjadi saat keputusan politik seperti itu.

“Saya nggak tahu ada pertemuan atau tidak (antara Megawati dan Prabowo),” ujar Puan.

Terkait isu yang menyebut bahwa Partai Gerindra meminta jatah menteri, Puan juga menyatakan tidak mengerti hal tersebut. Namun, ia menegaskan, posisi menteri merupakan hak prerogatif dari Presiden Joko Widodo.

“Itu tanya presiden dong, itu prerogatif presiden,” ujar Puan.

Sebelumnya, Megawati dan Prabowo berkomunikasi tentang posisi Ketua MPR. PDIP mendukung Bambang Soesatyo untuk menduduki jabatan tersebut. Namun, Partai Gerindra bersikeras mengusung Ahmad Muzani.

Muzani menceritakan, pimpinan partainya itu melakukan negosiasi di detik-detik akhir penetapan ketua MPR. Saat itu, Megawati sesungguhnya tak menolak permintaan Prabowo untuk menyerahkan ketua MPR kepada Partai Gerindra.

Akan tetapi, proses pemilihan dan negosiasi dari delapan fraksi lainnya sudah selesai dengan mengusung Bamsoet. Karena itu, Muzani menceritakan Megawati meminta pengertian dari Prabowo dengan menerima hasip negosiasi dari delapan fraksi tersebut perihal pemilihan pimpinan MPR.

“Meskipun Bu Mega sepenuhnya menyerahkan keputusan ini kepada Prabowo, kemudian sebagai partai yang mandiri,” ujar Muzani. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rapat Paripurna Dalam Rangka penyampaian penjelasan Atas Ranperda inisiatif DPRD Tentang Rokan Hilir Hijau

8 September 2026 - 13:14 WIB

DPRD Gelar Rapat Paripurna penyampaian Jawaban pembentukan Perda Atas pandangan Fraksi-Fraksi Terhadap Usulan Ranperda Rokan Hilir Hijau

3 September 2026 - 13:59 WIB

Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka penyampaian Atas usulan Ranperda Tentang Rokan Hilir Hijau Oleh Bapemperda

2 September 2026 - 18:52 WIB

Rapat Paripurna DPRD Rohil Dalam Rangka Penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses Masa sidang II 2026

2 September 2026 - 18:12 WIB

Rapat paripurna DPRD Rohil Dalam Rangka Masa Persidangan III Tahun 2026

2 September 2026 - 17:45 WIB

Trending di Politik